UC News

Viral! Mobil Terseret Banjir Lahar Merapi

Viral! Mobil Terseret Banjir Lahar Merapi
GAMBAR VIRAL : Tangkapan gambar yang viral saat satu mobil dan alat berat nyaris terseret banjir di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. (suaramerdeka.com/dok)

KLATEN, suaramerdeka.com - Viral video beredar di media sosial banjir di Sungai Krasak atau Miren yang nyaris menyeret alat berat dan mobil. Video itu beredar menyusul kondisi puncak Gunung Merapi yang terjadinya aliran lahar hujan lantaran puncak gunung diguyur hujan deras.

Banjir terjadi terekam di Sungai Miren dan Krasak di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang terekam warga dan viral di WAG. Di salah satu lokasi, satu alat berat dan mobil bak terbuka nyaris terseret arus.

Namun Kepala Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno mengaku belum ada laporan kejadian sebagaimana viral di media sosial itu, sehingga pihaknya tidak bisa memastikan kebenaran rekaman itu.

Sutarno mengakui dua sungai itu banjir tetapi tidak terlalu besar. Bahkan Sungai Miren di dekat rumahnya aliran sungai lebih kecil. "Setiap hujan di puncak selalu banjir sebab paling hulu. Jadi sudah biasa," jelas Sutarno.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten meminta masyarakat di kawasan puncak Gunung Merapi mewaspadai terjadinya aliran lahar hujan. Pasalnya puncak gunung itu mulai diguyur hujan deras.

Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Cahyono mengatakan hujan di puncak Merapi dengan intensitas cukup tinggi terjadi pada Kamis (6/2). Akibat hujan itu terjadi banjir lahar yang mengarah ke beberapa sungai.

''Yang besar di Sungai Gendol, Kabupaten Sleman. Hanya sedikit yang mengarah ke Klaten di Sungai Woro,'' jelasnya, Jumat (7/2).

Meskipun kecil, BPBD berharap semua pemerintah desa dan sukarelawan di sekitar alur sungai di bawah Merapi waspada dan meningkatkan koordinasi pengamatan. Masyarakat diminta memperhatikan imbauan dari sukarelawan dan pemerintah desa berkaitan dengan lahar hujan.

BPBD mengingatkan curah hujan yang tinggi, lahar hujan bisa turun setiap saat. Apabila hujan atau di puncak cuaca mendung lebih baik meninggalkan alur sungai atau tidak ke sungai sementara sebab material sisa erupsi di puncak masih banyak.

Bagi penambangan di sungai atau luar sungai diminta mewaspadai longsoran. Tingginya curah hujan bisa membuat tanah tak kuat menahan beban air sehingga menjadi rawan longsor.

Koordinator sukarelawan Paguyuban Sabuk Gunung (PASAG) Merapi Klaten, Jenarto Jeck mengatakan Sungai Woro sempat terjadi banjir kecil dan aliranya tidak deras pada Kamis (6/2) sore. Setelah sekitar satu jam hujan mereda dirinya dan warga mengecek alur sungai dan ada aliran.

" Aliran banjir terpantau sampai cek dam Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Material tidak banyak tapi warga malah gembira," kata Jenarto yang menyebut warga penambang berharap banjir membawa pasir lebih banyak.

Sebelumnya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis informasi terjadi hujan di puncak Gunung Merapi. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar.

"Terjadi hujan di puncak #Merapi tgl 6 Feb 2020 pkl 13:34 WIB. Hingga pkl 14:09, total curah hujan tercatat 33 mm," demikian bunyi keterangan BPPTKG melalui akun Twitter.

(Achmad Hussain/CN19/SM Network)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot