UC News

Tahukah Kamu, Sebuah Kata Yang Mampu Menghapus Luka Dan Mengubah Segalanya?

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Tahukah Kamu, Sebuah Kata Yang Mampu Menghapus Luka Dan Mengubah Segalanya?
Referensi pihak ketiga

Siapa lagi yang akan membatasi jadwalku dengan ketat kalau bukan Ammar? Si bungsu yang tidak menyukai perpisahan dengan emaknya.

Sehari meninggalkannya, terasa seabad. Ya iyalah! Secara tugas antar jemput eksklusif harus dilakukan hanya oleh Saya.

Nah, ketika kemarin di Padang 'terpaksa' berhari-hari, Ammar protes tanpa disengaja. Ketika Saya pulang, dia uring2an. Marah tanpa alasan. Mau dipeluk, pasti dia akan menepis.

Ya Allah... jiwa ini terasa bertambah lelah. Tapi tentu ini bukan salah Ammar. Saya yang telah meninggalkannya kelamaan. 6 hari!

Begitu landing di Jakarta, pun langsung meninggalkannya karena harus kuliah. Plus Minggu ada program akselerasi untuk persiapan disertasi. Lengkaplah sudah! Saya semakin merasa bersalah menyebabkan Ammar yang bertambah gelisah.

Alhasil?

Dia ga mau bikin tugas mozaiknya. Meski biji-biji an dan pola telah dia siapkan. Dia sibuk uring-uringan, menenangkan diri yang diapun tidak tahu persis mengapa harus demikian bersikap kepada Saya, orang yang katanya amat dia sayangi?

Tapi saya tahu apa yang terjadi. Itulah wujud protes kerasnya atas waktu Saya bersamanya yang hilang. Saya sampaikan maaf kepadanya, karena terpaksa meninggalkan beberapa hari. Saya tunjukan kelas parenting selama di Padang, dimana banyak Ibu sahabat Saya yang belajar bersama, berusaha menjadi terbaik bagi anak-anaknya.

"Apakah Ammar ga bangga bisa membagi waktu mama untuk kebahagiaan banyak keluarga di kampung kita?"

Referensi pihak ketiga

Wajah tegangnya mulai melunak. Kemarahannya memudar. Ah, semoga saja Ammar benar-benar mengerti.

Ketika Saya menjemputnya di sekolah keesokan harinya, dengan tulusnya dia berkata:

"Ma, maafin semua dosa Ammar kemarin ya. Sudah marah-marah sama Mama."

Huaaa... Hati ini sudah kuyup menahan haru. Saya peluk dia sepenuh hati. Ya Allah, betapa diapun ternyata berjuang untuk mengerti dan menerima apa yang terjadi.

Dan tugas mozaik yang selama ini dia menolak untuk mengerjakan? Tuntas dalam waktu setengah jam saja! MasyaAllah!

Begitulah optimalnya proses belajar ketika hati merasa senang. Dan inilah hasilnya. Ketika hari ini, Ammar akhirnya berhasil mempresentasikan karyanya di depan kelas dengan wajah khasnya yang riang

Alhamdulillah... 

Kamu memang sesuatu, anakku.

Referensi pihak ketiga


Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot