UC News

Suami Sering Marah & Kasar ke Istri. Ibunya Menyuruh Menancapkan Paku Ditembok. Ternyata

Suami Sering Marah & Kasar ke Istri. Ibunya Menyuruh Menancapkan Paku Ditembok. Ternyata
Gambar Hanya Ilustrasi

Menjalani hubungan pernikahan sudah tentu akan ada masalah yang datang bergiliran bahkan kadang menimbulkan perdebatan panjang. Tidak luput dari semuanya karena marahnya sering sekali berbuat kasar pada sang Istri. Kemarahan adalah penyebab keadaan panik sehingga kondisi diri tidak bisa terkendali sampai membuat orang yang disayangi tersakiti. Kisah berikut sebagai contohnya.

Seorang suami setiap hari sibuk bekerja diluar sehingga tidak tahu jikalau dirumah banyak sekali masalah apalagi memiliki 2 orang anak. Istrinya sering kelelahan saat telah mengurus semuanya. Hanya pernah mengeluh sekali dua kali berharap dapat perhatian namun perlakuan tidak enak malah ia dapatkan. Sang Suami sering marah bahkan berani bermain tangan sampai suatu ketika istrinya curhat pada ibu mertuanya. Merasa kasihan maka sang ibu menasehati putranya dengan kalimat sederhana.

Gambar Hanya Ilustrasi

"Nak, setiap kamu marah cobalah tidak melampiaskan pada istrimu, tancapkan paku ini setiap marah satu Minggu saja".

Mendengar nasehat sang ibu tidak bisa berbuat apapun kecuali diam seribu bahasa. Benar saja dalam satu minggu setiap dia marah paku ia tancapkan untuk melampiaskan amarahnya. Setelah waktu satu minggu berlalu ibunya menelepon untuk melepaskan semua pakunya. Sang putra masih merasa bingung apa maksud ibunya dari sambungan telepon. Setelah terlepas semua ibunya kembali bertanya.

"Nak, temboknya masih berbekas ya?"

" Ya bu. Lalu apa hubungannya dengan kemarahanku?" Ungkap sang anak.

Dari kejauhan ibunya tersenyum "Itulah hati istrimu jika terus menerus kau sakiti ia tidak akan sanggup menahan amarahmu bahkan bisa jadi dia melepaskan dirimu karena tidak kuat. Luka hati yang terus menerus kamu tanam akan menghancurkan rumah tangga yang kau bangun dengan istrimu. Bayangkan, jika itu luka itu adalah luka di hatimu mungkin tak akan kau maafkan"

Gambar Hanya Ilustrasi

Menyadari ucapan sang ibu dia hanya bisa meneteskan air mata karena selama ini selalu menyalahkan istrinya dalam segala situasi. Dia belajar memahami kondisi istrinya yang kelelahan. Sedangkan dirinya setiap pulang kerja malah marah dan jika makanan tak sesuai dibuang ketempat sampah walau ia melihat istrinya menangis didapur karena perlakuan dirinya. Ternyata ibunya menyuruh anaknya memaku tembok kemudian melepaskan untuk menyadarkan ketika hati telah tersakiti bekasnya sulit hilang. Jika terus menerus dilakukan bisa jadi rumah tangganya akan hancur.

Pelajaran bagi para suami diluarsana untuk memperhatikan istrinya. Mungkin dia tidak bekerja diluar tapi ia begitu lelah dirumah. Keluhnya coba dengarkan sebab dia hanya butuh diperhatikan sebentar saja bukan malah dimarahi.

Sumber:cerpen.co.id

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot