UC News

Segera Diberhentikan Tidak Hormat

Segera Diberhentikan Tidak Hormat

, TARAKAN – Nasib AR (48), yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Perhubungan dan bertugas sebagai Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan kini di ujung tanduk. Sebab status kepegawaiannya masih menunggu surat penetapan tersangka yang akan dikirimkan ke Bandara Juwata Tarakan, untuk bisa dilakukan penindakan.

“Surat itu nantinya menjadi dasar untuk memberikan sanksi kepada AR. Kalau dari kasusnya ini bisa saja dilakukan pemecatan secara tidak hormat, karena pelanggaran yang dilakukan AR sudah masuk dalam kategori pelanggaran berat,” tutur M.Auriyadin Saleh, Plh Kepala Bandara Juwata Tarakan, Senin (12/2).

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan ini mengungkapkan, perbuatan AR yang membantu menyelundupkan sabu dari Tarakan ke Balikpapan sudah mencederai citra institusi Bandara Juwata Tarakan.

“Saya tegaskan lagi itu merupakan perbuatan oknum, tidak semua Avsec terlibat seperti yang dilakukan AR,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya siap membantu Ditresnarkoba Polda Kaltim dalam mengungkap bagaimana cara AR menyelundupkan barang haram tersebut sehingga lolos dari Bandara Juwata Tarakan.

“Apapun bentuk penyelidikannya nanti, kami siap membantu bahkan memberikan data dan informasi yang diperlukan oleh penyidik,” bebernya.

Terkait rumor yang beredar bahwa AR, saat berangkat dari Tarakan menuju Balikpapan, Kamis (8/2) tidak melewati pemeriksaan oleh Avsec sesuai standard operating procedure (SOP), dikarenakan statusnya adalah seorang Avsec senior. Sementara yang bertugas menjaga saat itu adalah Avsec junior. Akibatnya sabu-sabu seberat sekitar 1 kg tersebut bisa lolos, pihaknya memastikan bahwa pelaksanaan pemeriksaan sudah dilakukan sesuai SOP.

“Semuanya sudah sesuai SOP, dia juga menjalani pemeriksaan seperti penumpang lainnya,” tegasnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa AR saat diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim sedang tidak dalam tugas dinas, tapi murni urusan pribadi.

“Pada waktu masuk ke terminal dan diperiksa AR mengaku pada petugas Avsec hanya sedang mengantarkan seseorang, tapi nyatanya dia berangkat ke Balikpapan. Diketahui juga pada saat itu AR dalam kondisi sedang off dari pekerjaannya,” bebernya.

Dirinya juga membeberkan bahwa sejak AR tertangkap tangan menggunakan sabu pada tahun 2012, AR sudah tidak ditempatkan lagi sebagai petugas yang memeriksa barang dan tubuh penumpang di x-ray 1 maupun di x-ray 2.

“Dia ini sempat 3 tahun bekerja di bagian kantor bandara, setelah dianggap perilakunya sudah cukup baik, dia akhirnya ditempatkan di lapangan lagi, tapi tidak di bagian Avsec namun bagian pengaturan perparkiran bandara,” ucapnya,

Belajar dari peristiwa ini, Auriyadin mengimbau kepada seluruh pegawai Bandara Juwata Tarakan, khususnya bagian Avsec untuk tidak terbujuk ataupun tergiur dari iming-iming pengedar narkoba yang berusaha menyelundupkan narkoba melalui jalur bandara.

“Saya meminta teman-teman untuk bekerja dan berkarir dengan baik, jangan sampai tergiur dari orang-orang yang berusaha membunuh dan merusak bangsa Indonesia,” pungkasnya.(jnr/nri)

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot