UC News

Rela Direndam Air Deterjen demi jadi Istri Orang Kaya. Jangan Nangis Baca ini!

"Harta adalah segalanya nak. Lihat keluarga kita selalu direndahkan orang lain, Dipandang sebelah mata. Gak dianggap. Maka kamu harus jadi orang sukses, harus jadi orang kaya bagaimanapun caranya." Begitulah nasihat terakhir almarhumah ibu yang amat melekat di benak SR.

Ibunya meninggal karena sakit keras pada organ vital. Sudah habis banyak uang untuk berobat. Tanah warisan sudah terjual semua. Termasuk rumah satu-satunya pun sudah beralih hak milik orang lain. Ibu SR pergi meninggalkan banyak sekali hutang. Sekitar 80 juta.

Sementara SR hanyalah tamatan SMA yang bekerja sebagai sales parfum dengan gaji tak seberapa. Masih di bawah UMR. SR yang hidup sebatang kara jadi kebingungan. Sekeras dan serajin apapun dia bekerja, gaji bulanan tetap sama. Kalau mencapai target, komisi yang didapat pun masih tak mungkin untuk melunasi hutang peninggalan sang ibu.

Dalam keadaan tersulit itulah SR tak sengaja bertemu dengan seorang teman lama. "Sudah percaya aku. Lihat ni suamiku. Udah ganteng, kaya pula. Hidupku dulu bahkan lebih susah darimu sist. Ya satu-satunya cara biar kamu cepat jadi orang kaya ya nikah dengan orang kaya. Kamu loh lebih cantik dari aku. Harusnya bisa dapat yang lebih ganteng dan tajir dong." Ucap si teman.

SR termakan bujuk rayu temannya. Dia mendatangi seorang dukun untuk mengikuti ritual 'ikat tali kasih' . "Jangan banyak protes. Pokoknya ikuti saja." Kata temannya mengingatkan sebelum masuk ke gubuk mbah dukun.

"Aku sudah tahu maksud kedatanganmu. Tuliskan nama cowok yang ingin kamu 'ikat'." Ucap si mbah dukung di balik asap menyan yang mengepul. SR menulis sebuah nama. Nama manajernya sendiri, masih single, ganteng dan kaya.

"Targetmu tergolong gampang. Dia belum punya pacar. Terlalu fokus dengan karir. Kamu beruntung." Si mbah dukun setelah selesai menerawang. SR tersenyum senang sambil menatap temannya yang juga berekspresi riang.

"Kamu tinggal butuh sedikit perjuangan. Tidak perlu berlebihan mendekatinya. Dekatilah dengan cara yang wajar. Karena dalam relung cintanya sudah aku ukirkan namamu." Lanjut mbah Dukun.

"Tapi awas, sekali saja kamu tidak melakukan ritual mandi serbuk cinta ini. Kamu akan kehilangan dia selama-lamanya. Masalah harga tanya ke temanmu yang sudah rutin pake. Cara pemakaiannya juga tanya ke dia." Ucap mbah dukun sambil menyerahkan sekantong besar serbuk.

Ternyata harga sekantong serbuk cinta itu 100 ribu rupiah. Bisa digunakan untuk 10 hari. "Wah kalau cuma segitu, masih terjangkaulah gajiku." Ucap SR dalam hati. Dia pun malam itu langsung membeli 10 kantong, biar gak terlalu sering bolak balik ke tempat mbah dukun.

Saat menjalankan ritual mandi serbuk pertama kali, SR dibantu oleh temannya. "Kok mirip deterjen ya?" Tanya SR. "Sudah aku bilang kan jangan banyak tanya menurut saja." Balas si teman sambil terus menuangkan serbuk. "Nah setiap ritual kamu wajib pakai kain ini." Lanjut teman.

Akal sehat SR bergerak. Dia juga seorang sarjana jurusan kimia. Paham betul dengan bahan-bahan kimia, bahkan bisa tahu dari baunya. "Tidak salah lagi, serbuk ini adalah deterjen." Ucap SR dalam hati. Tetapi dia segera teringat akan hutangnya dan tujuannya, akhirnya SR menurut saja, pasrah. Dia rela direndam air deterjen demi menjadi istri orang kaya. Otak cerdasnya seketika tumpul oleh ambisi duniawi.

Keesokan harinya SR melakukan tes sederhana dengan perlengkapan seadanya. Hasil tes itu menunjukkan bahwa serbuk yang diberikan oleh mbak dukun 90% mengandung deterjen. SR menggigit bibir. Masuk ke dalam bak yang sudah dicampur deterjen. "Busyet, gue kayaknya ditipu ni." Ucap SR dalam hati sambi menepuk jidat.

Tak beberapa lama kemudian, ada telpon masuk. Itu dari pak manajer. "Hari ini jangan telat ya, aku butuh bicara. Ntar langsung ke ruanganku saja. Sudah aku bilang supervisormu. Jadi gak perlu ikut rapat harian tim sales." Ucap pak manajer.

SR segera membilas badan dan berangkat ke kantor lebih pagi. Gak disangka ternyata gaji SR dinaikkan. Dan pak manajer secara personal mengajaknya makan malam di sebuah hotel. Hati SR seketika berbunga-bunga.

"Apa ku bilang. Manjurkan? Makanya jangan banyak protes. Mau deterjen kek, mau pasir kek, mau mesiu kek, atau serbuk nuklir sekalipun bodo amat sist. Yang penting kamu jadi orang kaya!" Teriak teman dari telpon saat SR memberitahu rencana makan malamnya dengan pak manajer.

SR mengenakan pakaian terbaik malam itu. Tetap sopan. Dia teringat perkataan mbah dukun. Tidak perlu berlebihan.

Singkat cerita, gak ada hujan gak ada petir, tiba-tiba pak manajer menyatakan cinta kepada SR. Dia bilang butuh segera mendapatkan pendamping hidup. Hatinya hampa. "Percuma aku punya banyak harta, tetapi gak ada yang mengisi kekosongan relung cinta hati ini." Begitu ucap pak manajer yang bikin hati SR meleleh.

Seminggu kemudian mereka melangsungkan pernikahan mewah. Banyak teman-teman SR melongo tak percaya. Tak sedikit pula yang menduga SR menggunakan cara-cara terlarang. Seketika SR naik tingkat. Orang-orang yang dulu merendahkan keluarganya hanya melihat dengan panas hati.

Rela Direndam Air Deterjen demi jadi Istri Orang Kaya. Jangan Nangis Baca ini!
sumber ilustrasi: tribunnews.com

Hari pertama menjadi istri orang kaya berjalan lancar, begitu pun dengan malam pertamanya. SR menikmati momen-momen indah pengantin baru. Tetapi saat pagi hari SR menepuk jidat, terlalu sibuk dengan acara pernikahan sehingga lupa menjalankan ritual mandi serbuk cinta saat pagi hari. Maka segera dia mengambil serbuk, dan menuangkannya ke baskom besar, SR pun berendam berbalut kain biasanya.

Tak disangka suami tercinta ke kamar mandi karena kebelet pipis. Betapa kagetnya sang suami melihat istrinya berendam air berbusa, memakai kain kusam pula. "Ya Tuhan sayangku, kamu kenapa?" Tanya suami cemas.

SR terhenyak kaget, mau berdiri tetapi dadanya terasa sesak dan seketika tak sadarkan diri. Tapi syukurlah nyawanya selamat, sudah sadarkan diri setelah mendapat penanganan medis. "Yaang, kalau gak salah itu air deterjen ya. Sebenarnya kamu ngapain sih?" Ucap suaminya dengan muka khawatir. SR tak menjawab. Tatapannya kosong.

SR melihat tangannya diinfus dan beberapa selang terhubung ke monitor. Dokter bilang SR harus istirahat total karena mengalami serangan jantung. Keesokan harinya SR ingin pulang. Terus kepikiran untuk melakukan ritual rutin setiap sehari sekali, mandi serbuk cinta. Takut suaminya gak cinta lagi kalau lalai menjalankan ritual seperti yang diingatkan oleh mbah dukun.

"Duh yang benar saja yaang. Kondisimu sekarang belum memungkinkan untuk pulang. Apa yang dirimu pikirkan? Gak perlu risau dengan biaya. Yang terpenting sekarang adalah kesembuhanmu" Ucap si suami sambil mengenggam tangan SR.

SR tak sanggup menahan embun hangat yang mulai menyesaki kedua kelopak matanya. Betapa sang suami sangat mencintainya. Tapi SR sadar bahwa cinta itu semu, palsu, berkat bantuan ilmu hitam mbah dukun.

Karena kondisi fisik yang memang lemah, akhirnya SR pasrah. Dia tak bisa menjalankan ritual mandi serbuk cinta. Sudah tiga hari lebih dia tidak melakukannya. Dilihatnya suaminya selalu setia mendampingi dengan sabar. Memijat, menyuapi, membacakan cerita lucu untuk menghibur. SR melihat suaminya masih bersikap normal, masih mencintainya sepenuhnya. Bahkan sang suami sudah bermalam-malam kurang tidur demi menjaga SR.

Dalam hati SR menjerit pilu. "Ya Tuhan, aku sudah mengambil jalan pintas. Meminta bantuan ilmu hitam yang sangat Engkau benci. Aku mohon ampun kepadaMU ya Tuhan. Aku bersedia menerima hukuman seberat-beratnya. Tetapi jangan suamiku, dia tidak bersalah. Aku yang bersalah. Berikan yang terbaik untuk suamiku. Bahkan aku rela melepasnya jika itu memang yang terbaik untuknya." SR mengucap doa dalam hati sambil membelai suami yang tidur dengan posisi duduk di samping ranjangnya.

Beberapa saat kemudian dada SR kembali sesak, nyeri yang tak tertahankan. Sang suami terbangun usai mendengar istrinya mengerang kesakitan. "Ada apa yaang? Suster! Suster! Dokter!" Teriak suami panik.

Tim medis datang bersama dokter. Dalam kondisi sakit luar biasa SR bersikeras berkata. "Su su suamiku. Te terima ka kasih telah mencintai ku. Maaf kamu aku guna-guna pakai ilmu hi hitam. Tolong buang, kantong-kantong di bawah ranjang. Ba bakar saja." Ucap SR dengan kepayahan.

"Yaang, sudahlah. Tenangkan dirimu ya." Respon sang suami dengan air mata berlinang. Si suami lantas diminta menandatangani surat pernyataan. SR butuh segera dioperasi. Si suami langsung menyanggupi tanpa melihat berapa biaya yang bakal dikeluarkan. Dalam pikirnya yang penting istrinya pulih kembali.

Sembari menunggu proses operasi, si suami juga penasaran dengan yang dibilang istrinya. Cepat-cepat dia menelpon seorang ART (Asisten Rumah Tangga) di rumah untuk mengambil bungkusan-bungkusan seperti yang dikatakan istrinya. "Bawa semua ke rumah sakit sekarang ya." Ucap si suami memberi perintah.

Si suami lantas meminta bantuan temannya yang merupakan seorang alim. Sering dimintai untuk membantu orang yang terkena serangan ilmu hitam. "Iya kawan, ini memang deterjen yang jadi perantara ilmu hitam. Kamu sudah diguna-guna." Ucap si teman memberikan keterangan.

Bungkusan-bungkusan itu lantas disiram bensin dan dibakar. Si suami merasakan pusing dan tak sadarkan diri. Temannya segera membacakan doa dan mencabut benang yang tak terlihat dari dalam hati suami SR. Dengan mengucap kebesaran nama Tuhan, benang guna-guna itu terlepas.

Setelah siuman, si suami memang merasakan ada yang aneh. Dia lantas berpikir ulang, kenapa dia tiba-tiba mencintai SR. Dia larut dalam perenungan mendalam.

Si suami segera menuju ruangan SR yang sedang dioperasi. Si suami menunggu di depan pintu. Sesekali dia melihat ke dalam ruangan lewat kaca di tengah-tengah pintu.

Setengah hari kemudian, operasi SR berhasil. Si suami masuk ke ruangan dengan langkah pelan. SR hanya melihat suaminya dari ujung mata. Dalam pikirnya sudah siap jika akan dimarahi suami karena tahu sudah diguna-guna. Bahkan SR pun sudah siap untuk diceraikan. Dia rela sekalipun harus berpisah dengan suami yang amat dicintainya.

Namun tak disangka, si suami membelai rambut SR dengan penuh cinta. "Aku tak peduli dengan guna-guna itu. Yang pasti sekarang aku adalah suamimu yang sah. Selaku suami aku bertanggungjawab menjagamu dan mencintaimu. Lupakan kesalahan yang sudah lalu. Saat inilah yang terpenting. Dan masa depan keluarga kita jauh lebih panting lagi. Aku akan selalu mencintaimu, istriku." Ucap suami lembut.

SR tak kuasa menahan air mata. Tangisnya pecah. Tak ada kata lain yang keluar dari mulutnya selain kata 'Maaf' berulang kali. SR amat bersyukur diberikan suami yang punya kepribadian mulia. SR juga berubah taat kepada Tuhan dan rajin beribadah. SR menjadi paham seutuhnya ternyata ada hal yang jauh lebih berharga dari harta, itu adalah cinta.

Sumber Referensi: Terinspirasi dari kejadian yang pernah penulis baca

Sumber Lannya: Tribunnews.com, dalamislam.com, republika.co.id

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot