UC News

Mengenal Mbak Jawa Tengah 2016, Indira Salsabila Ayu Wibowo Bawa Potensi Wisata Klaten ke Panggung Nasional

Mengenal Mbak Jawa Tengah 2016, Indira Salsabila Ayu Wibowo Bawa Potensi Wisata Klaten ke Panggung Nasional
Indira Salsabila Ayu Wibowo(ANGGA PURENDA/RADAR KLATEN)

Salah satu putri terbaik asal Kabupaten Klaten, Indira Salsabila Ayu Wibowo, 20, akan mewakili Jawa Tengah dalam pemilihan duta wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT), akhir November mendatang. Dia berjanji bakal mengangkat potensi wisata Klaten ke pentas nasional. Bagaimana persiapannya?

Medio September lalu, Radar Solo berkesempatan bertemu Mbak Jawa Tengah 2016 asal Klaten, Indira Salsabila Ayu Wibowo. Gadis manis tersebut kebetulan sedang menghadiri pemilihan Mas Mbak Klaten 2017 di halaman Gedung Sunan Pandanaran Kompleks RSPD Klaten.

Di sela-sela kegiatannya, Indira menyempatkan berbincang terkait persiapannya menghadapi pemilihan duta wisata di NTT. Menariknya, dia akan membawa potensi wisata yang ada di Kota Bersinar. Meski begitu, dia enggan menjelaskan secara detail, objek wisata apa saja yang akan dikenalkan di hadapan para dewan juri.

Di mata Indira, Klaten memiliki beragam potensi wisata. Mulai dari berbagai candi hingga umbul dengan mata airnya yang alami. Tetapi, Indira melihat masih ada yang perlu digali terkait potensi wisata lainnya. Terlebih objek wisata yang dipilih harus mampu mewakili Klaten sekaligus Jawa Tengah.

”Sampai saat ini belum terpikirkan objek wisata yang akan saya angkat. Memang Klaten memiliki candi-candi, tapi kan itu sudah biasa. Perlu cari objek lain. Kemungkinan masih ada kaitannya dengan alam,” ucap gadis kelahiran 9 Mei 1997 ini.

Indira sedang menimang objek wisata yang masih belum diketahui khalayak. Masih alami dan jarang terjamah. Namun tetap mimiliki nilai jual dan mampu bersaing dengan objek wisata dari daerah lain se-Indonesia.

Indira kini fokus menambah perbendaharaan potensi wisata di seluruh Indonesia. Tak hanya berkutat pada Klaten dan Jateng semata. Sebab salah satu materi yang diujikannya nanti berkaitan dengan pengetahuan pariwisata di Indonesia. Termasuk kesenian daerah di dalamnya.

”Tiap peserta nanti hanya diberi waktu dua menit untuk presentasi. Sedangkan untuk apresiasi seninya hanya satu menit saja, jadi harus benar-benar dipersiapkan dengan matang supaya menarik perhatian dewan juri,” ucap mahasiswi Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja tersebut.

Pembagian waktu dianggap Indira sebagai ujian berat. Selain mengemban tugas sebagai Mbak Jawa Tengah 2016, Indira juga harus membimbing Mbak Klaten 2017 untuk persiapannya di kompetisi serupa di tingkat provinsi. Apalagi kini dia menjadi seorang reporter pembaca berita bahasa Jawa di sebuah stasiun TV swasta di Jogja.

”Target harus menjadi juara. Tetapi fokus saya tidak pada itu. Melainkan menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Karena saya yakin usaha tidak akan pernah mengkhiati hasil,” bebernya.

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot