UC News

Menengok Kecanggihan FREMM Auvergne, Frigate Serbaguna Angkatan Laut Prancis

Menengok Kecanggihan FREMM Auvergne, Frigate Serbaguna Angkatan Laut Prancis
Frigate FS Auvergne D654 Bersandar di Pelabuhan Jamrud Sumber : Jakartagreater.com

Setelah minggu lalu kedatangan tamu kapal perang Destroyer KDX 2 dari Korea Selatan kali ini TNI AL kembali kedatangan tamu yang lebih jauh yaitu AL Prancis, Mereka berkunjung ke Indonesia sambil membawa Kapal Frigate Tercanggihnya yaitu FS Auvergne D654 dari kelas FREMM. Kapal tersebut membawa misi persahabatan dengan TNI AL yang selama ini sudah terjalin dengan cukup baik. Kapal FS Auvergne D654 merupakan Kapal Kelas FREMM atau Aquitane yang kelima buatan Galangan DCNS atau sekarang menjadi Euro Naval.

Sejarah pembuatan Kapal FREMM ini cukup panjang dimulai dengan proyek keroyokan NFR 90 yang menjadi cikal bakal kapal perang canggih Eropa. NFR 90 (NATO Frigate Replacement) for 90 years merupakan proyek gabungan Negara-negara eropa untuk membuat kapal frigate untuk menggantikan berbagai macam kapal perang yang dioperasikan oleh Negara Eropa, Kapal perang ini dibangun dengan tujuan untuk membuat standart bagi kapal perang bagi negara eropa sehingga secara ekonomi harga kapal perang NFR 90 menjadi lebih murah.

Tampak dari belakang Frigate D654 Auvergne Sumber : jakartagreater.com

Pra studi kelayakan proyek NFR 90 dimulai pada tahun 1980an dengan mengambil konsep modularitas, pada saat itu peserta proyek NFR 90 ini terdiri dari 7 negara yaitu Inggris, Kanada, Jerman (barat), Prancis, Italia, Belanda dan Amerika Serikat dan kemudian Spanyol bergabung terakhir. Spek Teknis secara umum pada saat itu disepakati bahwa kapal ini mampu menjangkau keseluruh penjuru dunia untuk misi escorting dari ancaman kapal selam musuh dan terkoneksi dengan system/platform lain untuk misi anti kapal selam (ASW), anti serangan udara (AAW), dan anti kapal permukaan (ASuW).

Studi Kelayakan dimulai pada bulan Februari 1981 sampai Oktober 1982 dengan biaya dari NATO, dari hasil studi kelayakan menyebutkan bahwa ada 5 parameter yang harus dipenuhi yaitu : Frigate berkemampuan Global Wide, Batch pertama akan dibangun 50 unit, setiap negara dapat membuat NFR 90 di galangan masing-masing, setiap negara bisa memproduksi komponen kapal. Dengan parameter seperti itu maka tujuan standarisasi, interoperability dan flexibilitas (menyesuaikan kebutuhan masing-masing negara) tercapai.

Pada tahun 1984 keluar studi kelayakan lanjutan menyebutkan biaya pengembangan dari NFR 90 ini sebesar $ 15 Million (suatu jumlah yang besar pada saat itu) dan melibatkan perusahaan dari 8 negara tersebut. Oktober 1985 menghasilkan kurang dari 18 desain yang berbeda untuk multipurpose frigate dengan berat berkisar 4400 sampai 5000 ton. Dijadwalkan apabila sesuai rencana akan di launching pertengahan 1990 dan masuk operasional akhir 1990.

Para Perwira FS Auvergne D654 berpose bersama perwira TNI AL

Tahun 1987 Amerika Serikat menawarkan proposal kepada anggota lainnya untuk menanamkan teknologi rudal anti serangan udara yang disebut NATO Anti Air Warfare System (NAAWS) proposal ini didukung oleh Belanda, Spanyol, Inggris sedangkan dilain pihak ada Prancis dan Italia yang menginginkan memakai sistem rudal Eropa yang disebut Family of Air Missiles (FAMS). Seiring berjalanya waktu Prancis, Italia dan Inggris mengundurkan diri dari program NFR 90 karena alasan finansial menyusul juga Spanyol dan Belanda, pada akhirnya Inggris pun lebih memilih membangun type 23 frigate dengan biaya yang lebih murah (menurut studi komparasi satu unit Type 23 Frigate seharga 130 Milion Pound dibanding satu unit NFR 90 seharga 200 Milion Pound).

Akhirnya pada 18 Januari 1990 proyek NFR 90 resmi dibubarkan karena alasan 5 dari 8 anggotanya mundur dan perubahan situasi politik dunia dengan berakhirnya perang dingin. Pasca berakhirnya proyek NFR 90 Jerman dan Belanda membentuk Joint Venture frigate anti serangan udara (AAW) yang berdasarkan NAAWS menghasilkan masing Sachsen Class dan De Zeveen Provincien Class kemudian diikuti oleh Spanyol dengan Alvaro De Bazan Class, sedangkan kongsi Franco-Italia dan Inggris yang berdasarkan system FAMS menghasilkan Horizon Class. Pada lain kesempatan penulis akan menjabarkan kedua pecahan dari NFR 90 yaitu Trilateral Frigate Cooperation (TFC) dan Common New Generation Frigate (CNGF).

Pada Akhirnya Common New Generation Frigate (CNGF) kongsi Prancis, Italia dan Inggris membuat sebuah Proyek yang disebut Proyek Horizon sebuah frigate yang berkemampuan AAW,ASW dan ASuW akan tetapi penekanan lebih fungsi AAW untuk menggantikan Destroyer Type 42, yang pada Akhirnya Inggris pun keluar untuk menyelesaikan proyek destroyer nasionalnya yaitu Type 45.

Frigate FREMM Sumber : Naval-technology.com

Sukses bekerjasama dengan Italia dengan membangun kapal Horizon, Prancis kembali menggandeng Italia untuk membuat Kapal yang lebih Moderen lagi yaitu FREMM. Kapal dengan panjang 140 meter, lebar 20 meter serta bobot mencapai 6000 ton merupakan kerja bareng antara Galangan Amaris yang sekarang menjadi DCNS/Euronaval dengan Orizzonte Sistemi Navali of Italy. Pada November 2005 DCNS-Orozzonte mendapat kontrak untuk membangun enam Frigate yang berkemampuan Anti Kapal Selam dan 2 frigate yang mempunyai kapabiltas Land Attack untuk AL Prancis, Batch kedua Pemesanan Frigate FREMM datang dari pemerintah Prancis dengan 3 Unit pada tahun 2009. Frigate Auvergne ini merupakan kapal kelima dikelasnya yang diluncurkan pada September 2015.

Sebelumnya pada bulan Maret 2017 Kapal frigate FREMM Italia ITS Carabineri juga berkunjung ke Indonesia dan bersandar di Tanjung Priok, Jakarta. Secara umum Kapal FREMM Italia dan Prancis pun mempunyai perbedaan sebut saja Untuk radar Versi Prancis Memakai Radar Multi Purpose Herakles PESA Radar sedangkan Versi Italia memakai Leonardo Kronos Multi Purpose AESA Radar, Untuk Senjata juga berbeda Versi Prancis senjata anti kapal menggunakan MBDA MM40 Block 3 Exocet sedangkan Versi Italia memakai Teseo Otomat MK2 untuk Rudal Anti kapalnya, selain itu FREMM Prancis mempunya kapabilitas untuk meluncurkan rudal jelajah SCALP Naval.

Berita baiknya untuk Indonesia Baik Italia Ataupun Prancis juga menawarkan Frigate canggih ini kepada TNI AL berdasarkan varian yang dioperasikan AL masing-masing. Sebuah strategi marketing yang cukup pintar jika dibeli yang versi manapun juga tetap yang menang juga Prancis-Italia karena kapal ini produk mereka berdua. FREMM ini akan bersaing dengan Frigate Denmark Iver Huitfeld yang juga ditawarkan secara resmi tahun ini. Siapakah yang akan dipilih mari kita tunggu bersama.

Referensi : jakartagreater.com/fremm-multi-mission-frigate-d654-auvergne-di-surabaya/

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot