UC News

Matematika Sulit? Ini 3 Penyebabnya

Sejatinya Matematika adalah bidang ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari juga untuk menunjang bidang keilmuan lainnya. Namun Matematika kerap menjadi momok bagi sebagian orang. Banyak faktor yang menjadikan Matematika berubah menakutkan, menurut penulis ada 3:

Matematika Sulit? Ini 3 Penyebabnya
http://www.cbc.ca/news/canada/saskatoon/saskatoon-school-board-provincial-budget-1.3613127

Pertama, Matematika sulit karena yang mengajar tidak memberikan contoh nyata rumus ini gunanya untuk apa, seperti apa aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Malah cenderung untuk menghafal simbol, pola dan rumus. Memang tidak semua guru seperti itu, tapi yang penulis perhatikan dan alami sendiri seperti itu. Ingin bukti? Sekarang coba tanyakan pada diri kita masing-masing berapa banyak hafalan rumus yang hilang sejak SD, SMP, SMA sampai kuliah, berapa banyak yang lengket di otak? Dan berapa banyak yang kita ketahui faedahnya yang real? Sungguh menyedihkan jika sesuatu yang kita pelajari dengan begitu penuh perjuangan dan memakan waktu bertahun-tahun tapi hanya melekat menjadi goresan nilai di raport.

https://www.vemale.com/topik/penyakit-wanita/34334-bantu-anak-atasi-trauma-dengan-cara-cara-ini.html

Kedua, Matematika menjadi sulit akibat trauma psikis. Dulu saat SD saya sangat menyukai Matematika dan rutin mendapat rangking satu sampai kelas 5. Tapi saat kelas 6 turun drastis di rangking empat. Karena ketika kelas 6 saya sangat membenci Matematika. Kebencian ini berawal saat saya mewakili sekolah untuk lomba Cerdas Cermat Matematika tingkat Kacamatan. Saat itu nama saya hanya masuk 10 besar. Nah mendapati itu, guru Matematika yang mendampingi marah besar dan berkata kasar kurang lebih seperti ini, "Gobl*k kamu! masa soal mudah kayak gitu gak bisa, katanya bintang kelas. Huh malu-maluin sekolah aja." Saya sempat menjatuhkan air mata , terlebih makian itu dilontarkan di depan orang banyak. Alhasil sewaktu SMP dan SMA saya kesulitan dengan mata pelajaran ini. Karena jauh di alam bawah sadar sudah membenci. Sebelum jadi mahasiswa, saya butuh perjuangan keras untuk melepas mental block ini.

https://www.kompasiana.com/roselinatjiptadinata/orang-tua-jangan-memaksakan-kehendak-pada-anak_571582b51d23bd1b0f753a21

Ketiga, mindset orang tua yang menganggap kalau anaknya pintar Matematika berarti dia jenius dan bakal sukses. Sehingga orang tua kerap memaksa. Hal ini bisa menjadi pengaruh buruk bagi si anak. Pola didik yang keras menimbulkan rasa takut. Sehingga di otak si anak tercipta bentuk Matematika sama dengan rasa sakit.

Jadi, tidak melulu si anak lemah Matematika karena dia malas belajar. Bisa jadi kemalasan itu mempunyai penyebab seperti tiga hal yang telah dijelaskan di atas.


Tulisan ini hanya bersifat opini yang berdasar pada pengamatan dan penilaian penulis. Bagi yang tidak sependapat silahkan. Mari kita diskusikan di kolom komentar. Saya juga sedang menyiapkan artikel 5 solusi bagi kita yang lemah Matematika. Terima kasih ^_^

Sumber:

Dok Pribadi

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot