UC News

Kisah Pilu Sepotong Kemeja Putih Lengan Panjang Pesanan Prof. Dr. Mahfud MD

Kisah Pilu Sepotong Kemeja Putih Lengan Panjang Pesanan Prof. Dr. Mahfud MD
Referensi pihak ketiga



Catatan Budaya Thamrin Dahlan

Seperti diberitakan liputan6 .com "Ini panggilan sejarah, karena seperti Anda tahu pergulatan politiknya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini, dan pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah," kata Mahfud Md sesaat sebelum menuju Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Menurut Mahfud, dirinya diberitahu Mensesneg Pratikno bahwa Presiden Jokowi memilih Mahfud sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. "Tadi malam memberitahu agar saya standby, tadi dipanggil untuk menyerahkan CV oleh Pak Pramono Anung," kata Mahfud. Dia bahkan mengaku sudah menjahit baju khusus untuk menghadiri pengumuman dirinya sebagai cawapres bersama Jokowi.

Bisa jadi penjahit baju itu tersentak kaget. Betapa tidak, dia baru saja mengukur kemeja putih untuk seorang calon wakil presiden. Baju itu harus diselesaikan malam ini juga agar besok harinya bisa dikenakan Bapak Prof Dr Mahfud MD.

Rencananya demikian baju seragam putih kesukaan Bapak Jokowi tanggal 10 Agustus 2018 akan dipakai sewaktu mendaftarkan diri ke KPU sebagai pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Namun apa yang terjadi ketika menyaksikan siaran langsung di televisi bukan saja penjahit kaget awakpun dan mungkin seluruh pemirsa juga terheran heran. Kenapa nama yang disebut sebagai cawapres itu bukan sang pemesan baju. Padahal sebelum Pak Presiden mengumumkan pencalonkan dirinya semua sudah siap mendengar nama cawapres yang last minute masih terngiang. Ketika di sebut Profesor Doktor (awak lega ini pasti Mahfud MD) tetapi ternyata yang disebut adalah Prof Dr Ma'ruf Amin.

Seperti dilansir dari TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memilih sosok Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin sebagai calon wakil presiden, yang akan mendampinginya berlaga dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019. Menurut Jokowi, dirinya dan Maruf bisa saling melengkapi. "Kami saling melengkapi, nasionalis dan religius," kata Jokowi dalam konferensi pers di restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018.

Serta merta awak tegang entah bersebab apa, mungkin merasakan betapa pilu perasaan Bapak Mahfud MD dan juga anak istri (sebagai manusia biasa) ketika menyaksikan kenyataan pahit yang menyangkut dirinya.

Terlihat raut muka para petinggi parpol yang mendampingi acara deklarasi cukup ikutan tegang juga. Tidak ada yang menyangka sama sekali kenapa keputusan itu berubah seketika. Ya itulah Hak Pak Jokowi setelah mendengarkan perkembangan plus pertimbangan dari Ketua Parpol.

Baiklah sobat awak tak hendak menduga duga sebab musabab kenapa keputusan itu berubah seketika. Awak hanya melihat peristiwa ini dari pendekatan budaya (culture oriented). Begini : Penjahit langganan orang orang terkenal adalah pekerja professional. Dia akan tetap menyelesaikan pesanan tersebut sampai tuntas sesuai dengan janji. Sang Penjahit tidak mengharapkan bayaran atau upah kemeja sebagai bentuk solidaritas terhadap esama anak bangsa Indonesia.

Penjahit baju kembali terduduk terhenyak dan terharu karena baru kali ini hasil jahitan kemeja tidak akan diambil bahkan dipakai oleh sang pemesan. Penjahit itupun tak sampai hati mengantarkan kemeja ke kantor atau kekediaman Prof DR Mahfud.MD.

Si Penjahit mungkin akan mengantungkan pesanan di ruang kerja sebagai kenaNgan. Siapa tahu nanti ada warga bertanya kenapa kemeja ini di bungkus plastiK dan tidak diambil ambil.

Kemudian setelah warga paham dia akan memotret dan menyimpan serta share di medsos. Berharap ada yang berminat menyimpan atau mengirim kemeja putih lengan panjang itu ke museum patah hati.


Salamsalamn


TD

Topic: #kemeja
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot