UC News

Dulunya Ia Preman Yang Ditakuti, Siapa Sangka Kini Ia Dihormati Berkat Lakukan Ini

Dulunya Ia Preman Yang Ditakuti, Siapa Sangka Kini Ia Dihormati Berkat Lakukan Ini
Bagas Suratman (bbc.com)

Assipakatau ------ Tak ada yang tahu jalan hidup seseorang. Hari ini bisa saja seseorang terlihat buruk namun tak ada yang tahu di masa depan orang itu mungkin berubah menjadi seseorang yang baik bahkan dihormati oleh banyak orang. Begitulah kisah seorang pria bernama Bagas Suratman berikut ini.

Jalan hidup Bagas penuh dengan lika-liku dan dipenuhi dengan banyak kepahitan. Dahulu ia pernah menjadi seorang preman yang ditakuti dan gemar berjudi. Ia juga suka mabuk-mabukan. Ia pernah bekerja sebagai kondektur angkutan umum, hingga porter bandara.

Suatu hari, Bagas berusaha bangkit dari masa-masa kelamnya. Ia pun memutuskan untuk membantu ibunya berjualan sayur di pasar dan mulai berjualan buah dengan modal yang diberi orang tuanya. Tak disangka, Bagas meraih kesuksesan dengan usaha barunya itu.

bbc.com

Ia sukses berjualan buah & sayur di Kebayoran, Pasar Induk Kramatjati. Karena selalu membawa sayuran dan buah yang bagus-bagus, banyak pedagang di pasar tersebut mulai mengenal Bagas dan meminta pasokan buah & sayur darinya.

Melihat potensi keuntungan yang lebih besar, Bagas akhirnya memutuskan untuk berkebun dan menanam sayuran dan buah pada tahun 2004 dengan pengetahuan berkebun yang dia pelajari secara otodidak. Awalanya ia bertani di lahan seluas 3.000 meter persegi hasil dari pinjaman perusahaan.

Setelah 14 tahun menggeluti bidang pertanian, pria asal Klaten, Jawa Tengah itu berhasil memperluas tanah perkebunannya dan kini mengelola lahan seluas 26 hektar. Kini sayur dan buah hasil perkebunan Bagas dijual di sejumlah pasar dan supermarket besar di seputar Jakarta.

Bagas & petaninya (bbc.com)

Untuk mengelola lahan perkebunannya, Bagas mempekerjakan pemuda dari berbagai daerah yang dulunya juga punya kehidupan yang pahit seperti bagas. Ia tak segan mempekerjakan mantan preman di lahan perkebunannya. Selama orang itu mau bekerja keras dan berhenti dari kebiasaan buruknya makan Bagas dengan senang hati mempekerjakannya.

Pemberdayaan perempuan (bbc.com)

Bagas juga memberdayakan perempuan di sekitar lahan perkebunannya untuk dipekerjakan saat musim panen tiba. Hal itu ia lakukan untuk membantu warga sekitar memperoleh pemasukan tambahan. Berkat keseriusannya di bidang pertanian dan dedikasinya dalam memberdayakan masyarakat, Bagas pun ditetapkan sebagai petani panutan oleh Kementerian Pertanian.

Kini mantan preman yang dulu ditakuti itu berubah dihormati oleh banyak orang berkat perbuatan baik yang ia lakukan. Semoga kisah di atas dapat memberikan inspirasi kebaikan bagi kita semua.


Sumber:
bbc.com/indonesia/majalah-47052996?fbclid=IwAR2YJOjPaP1UEy-EhxIB_z0eoP64EDBtlzBtPI6dJErf3PMwWw9ID1ckodg/ dengan analisis pribadi
youtube.com/watch?v=cMmp6kQZB1I&t=87s
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot