UC News

Dukungan Gubernur PNG untuk Kemerdekaan Papua adalah Aib

Dukungan Gubernur PNG untuk Kemerdekaan Papua adalah Aib

BARU-baru ini Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional PNG, Powes Parkop telah mengampanyekan dukungan untuk kemerdekaan Papua Barat.

Dilaporkan oleh kantor gubernur bahwa ribuan orang bergabung dengan kampanye itu pada 1 Desember di Ela Beach, Port Moresby, PNG. Diklaim bahwa acara itu untuk membantu memperbarui upaya apa pun untuk meningkatkan kampanye kemerdekaan Papua Barat.

Selama pidato itu, gubernur menekankan bahwa ia mengklaim bahwa Papua Barat kini sedang mengalami pembunuhan terus menerus, kebrutalan, pembunuhan, perkosaan, trauma, dan penindasan yang dilakukan oleh orang Indonesia.

Laporan internal mengklaim bahwa ribuan orang yang bergabung dengan komunitas Papua Barat di kota itu memperingati hari nasional mereka. Gubernur Distrik Ibu Kota Nasional, Powes Parkop mengatakan mereka tidak hanya di sana untuk merayakannya, tetapi yang paling penting, adalah untuk memperbarui komitmen mereka.

"Meskipun ada pembunuhan, kebrutalan, pembunuhan, pemerkosaan, trauma, dan penindasan, bendera Bintang Kejora masih terbang," kata Perkop.

Tell the Truth Selandia Baru menemukan bahwa kampanye itu cuma rekaan.

:Mari kita mulai dengan info palsu. Sumber terpercaya kami di lapangan telah mengonfirmasi bahwa hanya sekitar 60 orang yang bergabung dalam acara tersebut," tulis forum itu dalam hasil investigasinya di tellthetruthnz.com/2018/12/04/pngs-governor-a-disgrace-to-international-support-for-west-papua.

Laman ini mengupas bahwa memang ada lebih banyak orang yang datang ke daerah itu, tetapi mereka ada di sana untuk momen keluarga dan liburan di pantai. "Ini adalah hal yang serius dan agak provokatif dengan diklaim ribuan, ya ribuan."

Klaim gubernur atas kejahatan terhadap orang Papua Barat terdengar seperti simpati yang tulus. Namun pada kenyataannya, itu adalah klaim tak berdasar yang tampaknya sengaja dibuat berdasarkan fakta yang sudah ketinggalan zaman.

"Tell the Truth NZ sangat mendukung upaya apa pun oleh organisasi yang mencari keadilan untuk pelanggaran manusia di Papua Barat dari masa lalu. Tetapi pada saat yang sama, kami mengakui bahwa perbaikan terjadi secara besar-besaran di wilayah ini," urai laman ini.

"Beberapa individu dan organisasi telah diadili dan dipenjarakan karena pelanggaran ringan mereka di Papua Barat. Jadi kami mendorong orang-orang untuk datang dengan solusi dunia nyata untuk bergabung dalam perjalanan untuk mengembangkan Barat dan membuat kawasan ini makmur," lebih lanjut dijelaskan

Tell The Truth mengatakan pihaknya selalu mendengar protes dan tuduhan seperti itu yang dibuat oleh orang-orang seperti Gubernur Parkop. "Namun yang kita lihat adalah orang-orang, baik orang Papua Barat maupun non Papua Barat, bekerja sama untuk mengembangkan Papua Barat di banyak sektor. Mereka membangun sekolah, perpustakaan, ruang baca di sana," tulis organisasi itu.

Organisasi itu juga mendapatkan info bahwa orang-orang juga datang mengajar dan membangun sistem pendidikan yang lebih baik di Papua Barat secara sukarela. "Banyak teman-teman kita, misalnya, dari Indonesia dan negara-negara lain, tinggal di sana selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk mengajar anak-anak sekolah dasar tidak meminta imbalan apa pun."

Beberapa wqktu lalu, Gobernur Parkop berdiri di depan kerumunandi PNG dengam tidak bertanggung jawab menyesatkan mereka dengan tuduhan palsu dan tak berdasar. Parkop menghina kemajuan pembangunan yang dilakukan orang-orang di Papua Barat.

Ketika gubernur menyemangati orang-orang yang disebut pejuang kemerdekaan, sekarang belasan pekerja yang membantu membangun jalan Trans Papua dibunuh oleh kelompok bersenjata Papua Barat yang disorak sorai dengan pidato provokatif dan mengintimidasi.

“Untuk membersihkan sejarah buruk itu, Papua Barat harus diizinkan untuk bebas. Orang Indonesia akan menjadi orang yang lebih baik ketika mereka bebas. Mereka akan menjadi saudara dan saudari sejati. Kami akan memiliki hubungan yang lebih baik daripada hari ini ketika Papua Barat gratis, dan kami akan makmur," kata Gubernur Parkop saat itu.

Di sisi lain, Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nassir mengatakan Papua tetep bagian dari Indonesia. "Papua, NKRI!" tegas Tata lewat pesan singkat, Kamis (6/12) Pagi. (OL-4)

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot