UC News

Bayar Semampunya Saja, Resto Ini Diremehkan & Dianggap Akan Bangkrut, Yang Terjadi Malah

Bayar Semampunya Saja, Resto Ini Diremehkan & Dianggap Akan Bangkrut, Yang Terjadi Malah
ilustrasi restoran (jadiberita.com)

Assipakatau ----- Sebuah pepatah lama mengatakan, “rezeki seseorang tak mungkin tertukar”. Pepatah ini jelas terjadi di dalam kehidupan seorang wanita asal Dallas, North Carolina, Amerika Serikat bernama Dana Parris. Wanita paruh baya ini mendirikan sebuah restoran pada tahun 2012 dengan tema yang sangat unik. Ia menamakan restorannya Just Cooking.

Restoran Just Coking memiliki konsep yang cukup unik karena pembeli boleh membayar sesuka hati mereka atas makanan yang disantapnya. Sebuah konsep yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Namun walaupun konsep yang dikembangkan sangat baik, restoran tersebut masih mendapat cemoohan dari beberapa warga setempat. Bahkan ada yang dengan terang-terangan mengatakan bahwa restoran tersebut akan segera bangkrut jika menerapkan konsep seperti itu. Akan tetapi Parris memperdulikan pendapat tersebut.

Parris memilih konsep restoran seperti itu bukanlah tanpa sebab. Dahulu, wanita paruh baya itu telah berkali-kali membuka usaha restoran namun sayangnya selalu bangkrut. Di masa keterpurukannya itu, Parris pun mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan memasrahkan dirinya kepada. Dalam doanya, Parris merasa seolah Tuhan menghampirinya dan berkata,

“cukuplah engkau berusaha dan biarkan Sang Mahakuasa yang melakukan sisanya”.
katakepo.blogspot.com

Berbekal keyakinan atas kalimat tersebut, Parris sangat yakin menjalankan usaha restorannya dengan konsep baru. Dan yang terjadi selanjutnya pun sangat mengejutkan. Seminggu setelah ia menjalankan restoran dengan metode pembayaran seperti itu, pemasukan Parris justru meningkat tiga kali lipat dalam minggu pertama.

Ia menceritakan sebuah pengalaman unik yang pernah dialaminya saat menjalankan konsep restoran barunya, saat itu seorang suster tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar makanan yang telah dipesannya, hot dog dan segelas minuman. Parris pun membiarkannya membayar semampunya saja. Dua hari setelah kejadian itu, suster tersebut kembali lagi ke restoran Parris dan membayar biaya USD 20 (Rp 300 ribu) saat memesan menu yang sama.

Dari yang awalnya dicemooh dan dianggap akan bangkrut, restoran Parris justru maju berkembang. Warga setempat pun memberikan apresiasi terhadap konsep usaha yang dijalankan Parris.

Sahabar UCers, cukuplah kita berusaha sekeras mungkin dan biarkan Tuhan Yang Maha Kuasa yang mengatur hasilnya.

Semoga kisah di atas dapat memberikan inspirasi kebaikan bagi kita semua.

 (Sumber : katakepo.blogspot.com/2015/04/kisah-inspiratif-mereka-yang-diremehkan.html dengan analisis sendiri)

Topic: #hot dog #menu
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot