UC News

Ahmad Nur Kholis, Pengusaha yang Peduli Sosial Sukses Berbisnis, Bina Pemuda Pengangguran

Ahmad Nur Kholis, Pengusaha yang Peduli Sosial Sukses Berbisnis, Bina Pemuda Pengangguran
Ahmad Nur Kholis (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Ahmad Nur Kholis seorang pengusaha yang cukup sukses dalam berbisnis peralatan kesehatan. Sebulan bisa meraup ratusan juta rupiah. Ia aktif memberdayakan pemuda pengangguran di sekitar rumahnya agar memiliki penghasilan cukup.

ACHMAD ULIL ALBAB, Batangan

Sejak 2011, Kholis membuka usaha. Dia membuka usaha jual beli alat terapi digital, herbal, dan juga produk fashion. Kholis tak sembarangan memberikan nama untuk usahanya. Ada bejibun makna filosofis, di balik nama usaha yang terlihat sederhana itu.

”Angka 7 (tujuh) itu saya maksudkan tujuan. Dalam bahasa Jawa, tujuh itu pitu. Pitu maksudnya pitulungan. Saya berharap usaha saya ini menjadi sebuah pertolongan bagi siapapun,” kata Kholis.

Sementara maksud untuk kata lebah, diketahui secara umum hewan satu ini memiliki sejumlah manfaat. Bisa untuk terapi dan terlebih madunya yang memiliki segudang khasiat untuk segala umat. Dalam Al Quran, lebah secara khusus juga disebut.

Usahanya mulai dikenal dan menemukan ketenarannya sekitar 2013 lalu. Ceritanya, saat itu ada salah satu pegawai di RSUD Soewondo yang mengenal sepak terjangnya kesehatan di dunia jual beli alat kesehatan.

”Awalnya ada satu pegawai yang tahu produk itu, kemudian dia pesan sebuah alat kesehatan dari China. Kemudian saya melihat alat itu cukup prospektif, sebab banyak dicari,” imbuh pria kelahiran Pati, 4 Juli 1993 ini.

Kemudian dari situ, Kholis berfikir untuk memasarkan sebuah produk kesehatan dari Negeri Tirai Bambu itu. Hingga kini alat terapi itu masih banyak dicari. Kesuksesan pun menghampiri Kholis.

Namun, Kholis memang dikenal sebagai orang yang tak mudah lupa diri. Berkat kesuksesannya itu, jiwa sosial suami dari Dewinta Megarani teruji. Pada tahun 2015, Kholis menemui ternyata di sekitarnya, banyak pemuda yang pengangguran.

”Dari situ sama berniat untuk membantu. Saya memutar otak, bagaimana agar mereka memiliki penghasilan dan tak jadi pengangguran,” kenangnya waktu itu.

Kemudian Kholis menemukan solusinya. Dia memasang wifi gratis di rumahnya. Pemuda-pemuda di sekitar rumahnya mulai berdatangan. Makin hari makin banyak yang berdatangan.

”Kemudian saya mulai mengajak mereka bicara serius. Saya tawarkan kepada mereka untuk belajar usaha dari internet. Supaya internet tak menjadi mainan saja,” lanjut Kholis.

Untuk mengajak mereka belajar, perjuangan yang dibutuhkan tidak gampang. Kholis harus menghadapi aneka karakter tetangga yang menjadi anak didiknya tersebut.

”Namun pada akhirnya kerja keras itu terbayarkan. Kini sudah ada sejumlah 43 yang berhasil saya didik untuk belajar di dunia usaha tersebut,” imbuh.

Semua anak-anak tersebut kini menjadi bagian dari tim usahanya. Dari yang semula mereka hanya pengangguran, kini memiliki kesibukan baru. Mereka menjadi bagian tim penjualan alat-alat kesehatan digital dan juga herbal tersebut.

Kholis menjadikan pemuda-pemuda pengangguran di sekitar rumahnya, menjadi pemuda-pemuda yang bisa diandalkan. Hingga akhirnya terbentuk CV yang dikelola anak-anak muda sekitar rumahnya, Desa Batursari RT 2 RW Kecamatan Batangan.

(ks/him/top/JPR)

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot