UC News

25 Buah Langka Asli Indonesia yang Hampir Punah, Kamu Sudah Pernah Cicip?

Buah-buahan yang ada di hutan Indonesia, umumnya masih belum banyak yang mengetahuinya. Saat ini kebanyakan masyarakat lebih memilih buah-buahan impor dibanding buah-buahan lokal, apalagi buah yang berasal dari hutan. Buah-buahan hasil hutan di jaman dahulu sangatlah banyak, namun saat ini keberadaannya mulai sulit untuk ditemukan, bahkan hampir punah. Agar tidak penasaran buah apa saja yang termasuk langka dan hampir punah di Indonesia, dilansir dari pasberita.com (24/08/2018) simak ulasan selengkapnya.

1. Buah Buni

25 Buah Langka Asli Indonesia yang Hampir Punah, Kamu Sudah Pernah Cicip?
Referensi pihak ketiga

Buah buni memiliki ciri khas yaitu buahnya berada dalam satu tandan dan hampir mirip dengan cranberry. Buah buni muda memiliki warna kekuningan dan menuju merah kehitam-hitaman. Tekstur buah ini saat dimakan adalah sangat berair. Buah buni mengandung pigmen alami yang bisa dijadikan pewarna alami. Biasanya buah buni dijadikan rujak dan juga bisa dijadikan selai.

2. Buah Cempedak

Referensi pihak ketiga

Buah Cempedak merupakan buah yang bentuknya mirip dengan buah nangka, namun rasa dan musimnya berbeda. Buah Cempedak ini memiliki rasa yang lebih manis disbanding buah Nangka. Batangnya memiliki getah yang lebih cair daripada batang buah nangka. Buah Cempedak ini hanya berbuah sekali dalam satu tahun. Buah Cempedak bisa diolah menjadi berbagai makanan, dari manisan, gorengan dan bahkan bisa langsung dimakan.

3. Buah Ciplukan

Referensi pihak ketiga

Buah ciplukan mempunyai nama latin Physialis angulata adalah tanaman liar yang umumnya tumbuh di kebun, tepi hutan, ladang atau sawah didaerah pedesaan. Buah ini mirip dengan buah cherry hutan dan seringkali di jumpai waktu musim hujan karena ketersediaan air melimpah dan membuatnya tumbuh subur. Buah ciplukan ini ternyata mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan. berbagai macam manfaat. Ciplukan tidak hanya buahnya saja yang bisa dijadikan sebagai obat, namun daun, akar, dan batangnya pun bisa dibuat sebagai obat.

4. Buah Gandaria

Referensi pihak ketiga

Nama gandaria berasal dari kulit ari dan bijinya yang berwarna ungu kemerahan (gandaria). Di wilayah Jawa dan Sumatera, pohon buah ini masih banyak ditemukan. Ciri khas dari buah ini adalah daunnya yang rimbun dan biasa dijadikan pohon pelindung. Buah Gandaria muda berwarna hijau, dan berubah menjadi kekuningan saat hampir matang. Tekstur dagingnya tebal, renyah dan berair.

5. Buah Genitu atau Kenitu

Referensi pihak ketiga

Buah Kenitu atau Genitu adalah salah satu buah yang langka, terutama jika tidak pada musimnya. Buah kenitu mempunyai nama ilmiah Chrysophyllum cainito. Orang daerah Lampung sering menyebutnya sawo manila, sedangkan orang Jawa Timur menyebutnya manecu atau sawo hijau.

6. Buah Gowok atau Kupa

Referensi pihak ketiga

Buah gowok atau biasa disebut buah kupa merupakan buah yang tergolong jenis jambu-jambuan atau Myrtaceae. Buah ini paling banyak ditemukan di daerah Jawa dan Kalimantan. Pohon buah ini bisa tumbuh hingga 2-8 meter, buahnya mempunyai ukuran sekitar 2-3 cm.

Buah ini menempel ditangkai hijau pohonnya. Buah ini mempunyai rasa yang sedikit asam dan segar karena mengandung banyak air didalamnya. Dagingnya berwarna putih dan teksturnya kenyal saat digigit.

7. Buah Jamblang atau Duwet

Referensi pihak ketiga

Buah Jamblang atau biasa disebut jambu keling dan duwet ini memiliki nama latin Syzygium cumini. Buah ini merupakantergolong dari jenis jambu-jambuan (Myrtaceae). Buah Jamblang atau duwet sering ditemui dan dibudidayakan di wilayah Asia tropis dan Australia. Dan saat ini sudah ditanam di seluruh wilayah tropika dan subtropika.

Pohon Jamblang atau duwet memiliki ciri kayu yang kokoh, daun bertekstur kasar yang berbentuk elips, bunga berwarna putih kehijauan yang wangi dan mempunyai buah berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 1,5-3,5 cm. Jika matang buah ini berwarna ungu gelap dan rasanya lezat serta enak saat dimakan.

8. Buah Keledang

Referensi pihak ketiga

Buah Keledang atau biasa disebut bangsal, binturung, bunon, kayu dadak ini mempunyai nama latin Artocarpus lanceifolius Roxb. Buah Keledang adalah salah satu jenis buah langka dari wilayah Kalimantan dan saat ini keberadaannya mulai punah dan terlupakan seiring dengan mulai habisnya hutan-hutan alami.

Buah ini tergolong dalam suku nangka-nangkaan (Moraceae) berkerabat dengan nangka, mentawa, cempedak dan lain-lain. Buah Keledang memiliki rasa yang manis, sensasinya seperti kolaborasi rasa nangka dan manggis. Daging buah keledang terpisah dari bijinya seperti nangka. Warna kulit buahnya jingga kemerahan dan berbentuk seperti cempedak.

9. Buah Kelubi

Referensi pihak ketiga

Buah Kelubi juga biasa disebut salak rimba. Di daerah Sumatera Selatan, tepatnya di daerah Ogan Komering Ilir, kelubi ini digunakan untuk campuran sambal terasi. Sedangkan di Kalimantan Timur, buah kelubi sering dijadikan sebagai manisan. B Buah kelubi ini mempunyai rasa yang sangat asam, sehingga mengindikasikan kalau buah ini memiliki kandungan vitamin C yang banyak.

10. Buah Kemang

Referensi pihak ketiga

Buah kemang adalah buah yang sejenis dengan mangga dengan bau yang harum dan rasanya yang manis. Buah kemang biasa juga disebut dengan palong. Buah Kemang ini mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan binjai, namun terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya.

11. Buah Kemayau

Referensi pihak ketiga

Buah Kemayau adalah salah satu buah langka Indonesia, khususnya daerah Kalimantan yang sudah sangat jarang ditemukan akibat semakin menyempitnya hutan alami. Buah kemayau biasa ditemukan di wilayah rimba, namun kita sudah mengetahui sendiri kalau hutan rimba kita sudah hampir punah. Cara memakan buah kemayau sangat unik, yaitu dengan direbus selama 2-3 menit. Jika sudah lembek, maka buah ini sudah bisa dimakan. Kulit luarnya yang berwarna hitam dibuang dan dagingnya dimakan. Biasanya paling enak dimakan dengan madu atau gula merah.

12. Buah Kemunting

Referensi pihak ketiga

Buah Kemunting memiliki banyak sebutan sesuai daerahnya, seperti jika Jawa Barat (Sabrang), Sumatera Selatan (Haramonting), Senduru (Kalimantan), dan Karamuntiang (Minang). Ketika masih muda, buah ini berwarna hijau dan ketika mendekati masak, buah ini berubah menjadi merah kecoklatan sampai hitam. Daging buah kemunting seperti anggur, memiliki banyak serat dan rasanya manis.

13. Buah Lahung

Referensi pihak ketiga

Buah Lahung memiliki nama latin Durio dulcis. Buah ini adalah salah satu buah endemik hutan Kalimantan, yang tersebar hampir ke seluruh wilayah Kalimantan sampai wilayah Sabah, Malaysia. Buah lahung ini bentuknya mirip dengan durian, namun ciri khas dari buah lahung adalah memiliki kulit dan duri yang berwarna merah kehitaman dan berbau tajam. Cara mengupas buah ini adalah dengan dipenggal secara melintang.

14. Buah Lai

Referensi pihak ketiga

www.gadis.co

Buah lai (Durio kutejensis Becc.) adalah salah satu buah yang berkerabat dekat dengan durian. Nama lai atau lay adalah nama khas yang diberikan oleh para penduduk asli Kalimantan Timur. Di beberapa daerah namanya juga berbeda, di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Tengah disebut dengan Pampaken atau Pampakin, di Brunei disebut durian bulu, sedangkan di Serawak disebut Nyekak.

Ciri khas dari buah lai dibanding durian adalah terdapat pada bunga, daun daun buahnya. Buah lai kecil sampai sedang (1-2 kg), berwarna hijau muda atau hijau kekuningan saat masih mentah dan berwarna kuning hingga coklat saat sudah matang. Kulitnya tipis dan durinya sangat tajam. Musim panen buah lai umumnya pada bulan Januari hingga Maret, dengan panen puncaknya pada bulan Februari. Porsi dagingnya sekitar 20-40% dengan tekstur agak kering atau lembut dan halus.

15. Buah Lobi-Lobi

Referensi pihak ketiga

Buah lobi-lobi berasal dari wilayah Asia yang beriklim tropis. Bentuk tumbuhan berupa pohon dengan ketinggian sekitar 3-10 meter. Buah lobi-lobi ini sangat cocok untuk dijadikan rujak, diolah menjadi manisan, asinan, selai ataupun surat. Buahnya berukuran kecil dan rasanya masam tapi ada sedikit manisnya.

16. Buah Manau

Referensi pihak ketiga

Buah manau (Calamus manan Miq.) merupakan buah dari pohon rotan. Buah manau ini banyak ditemukan di wilayah Kepulauan Bangka, Kepulauan Belitung, Pulau Sumatra, dan Kalimantan. Buah ini mempunyai rasa yang masam dan ada manisnya, biasanya diolah menjadi asinan. Bentuk buahnya lonjong mengerucut ke ujung dan kulitnya seperti buah salak.

17. Buah Manggis Putih

Referensi pihak ketiga

www.jitunews.com

Buah manggis (Garcinia mangostana) atau biasa disebut sebagai ratu buah tropis “queen of tropical fruit” ini mempunyai banyak varian. Selain berwarna ungu, ternyata manggis juga ada yang berwarna putih. Manggis putih banyak dijumpai di daerah Lingsor, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Sesuai namanya, manggis ini berwarna putih pada kulit dan buahnya. Namun saat matang, warna putih dari manggis ini berubah menjadi merah keunguan layaknya manggis pada umumnya. Rasanya juga enak, manis segar seperti manggis pada umumnya.

18. Buah Matoa

Referensi pihak ketiga

Buah matoa (Pometia pinnata) merupakan salah satu buah khas dari daerah Papua. Pohon ini termasuk golongan pohon besar dengan tinggi mencapai 18 meter dengan diameter 100 cm. Buah matoa mempunyai ukuran yang kecil, berwarna hijau saat masih muda dan berwarna kuning kehitaman saat matang. Kulit luar buah matoa cukup keras. Buah ini mempunyai rasa seperti perpaduan rasa kelengkeng dan rambutan yang pastinya menjadikannya sangat enak, segar dan lezat.

19. Buah Mundu

Referensi pihak ketiga

Buah Mundu memiliki nama ilmiah Garcinia dulcis, buah ini berasal dari Indonesia (khusunya pulau Jawa dan Kalimantan) dan Filipina. Buah ini berkerabat dekat dengan buah manggis. Tanaman mundu masyarakat Jawa disebut baros atau klendeng, orang Minahasa menyebutnya mamundung, sedangkan daerah Sunda menyebutnya jawura. Kulit buah tipis dan halus berwarna kuning terang dan orange ketika matang. Rasa buah mundu ini asam dan manis segar. Biasanya buah ini dapat dimakan langsung atau diolah menjadi jelly dan selai.

20. Buah Rukem

Referensi pihak ketiga

Buah ini merupakan buah asli Indonesia dan saat ini sudah mulai langka. Buah rukem dapat dimakan langsung, namun rasanya agak sempat atau masam. Cara memakannya cukup unik yaitu dengan memijitnya terlebih dahulu sampai terasa lunak, lalu baru dimakan. Buah rukem ini biasa dijadikan rujak, dapat juga diolah menjadi asinan, manisan dan selai.

21. Buah Rumbia

Referensi pihak ketiga

Rumbia ini juga biasa disebut dengan pohon sagu, yang merupakan sejenis palma penghasil tepung sagu. Rumbia ini banyak dijumpai di hutan-hutan Kalimantan. Buahnya berbentuk bulat dan bersisik, hampir mirip dengan kulit salak, tapi ruasnya lebih besar. Buahnya berisi biji dan bobotnya ringan.

22. Buah Rambusa

Referensi pihak ketiga

Rambusa adalah salah satu jenis tanaman liar yang banyak dijtemui di daerah pedesaan, biasanya tanaman ini tumbuh liar di pekarangan rumah, di kebun, atau disekitar hutan. Buah rambusa memiliki ukuran yang kecil dan ditutupi oleh selaput seperti jaring atau bulu.

Buah Rambusa berwarna kuning terang saat matang dan memiliki rasa manis sedikit asam yang menyegarkan. Buah rambusa sudah sangat jarang ditemui saat ini akibat sulitnya dalam berkembang biak dan kurang di budidayakan. Selain enak jika di konsumsi, buah rambusa juga memiliki kandungan gizi yang sangat banyak sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

23. Buah Dewandaru

Referensi pihak ketiga

Dewandaru memiliki banyak nama sesuai daerahnya, seperti asem selong, belimbing londo, eremai londo atau cereme asam. Buah dewandaru berbentuk buni atau bulat dengan diametre sekitar 1,5 cm. Warna buah ini bisa berubah secara bertingkat dari hijau ketika masih muda, menjadi kuning, orange dan merah saat buah ini matang. Biji dari buah ini kecil, keras dan berwarna coklat. Rasa dari buah ini adalah masam segar, sehingga banyak digunakan untuk rujak atau diolah menjadi asinan dan manisan.

24. Buah Bisbul

Referensi pihak ketiga

Buah bisbul adalah kerabat dekat dari buah kesemek. Buah bisbul biasa disebut buah mentega, dalam bahasa Jawa disebut sembolo, sedangkan dalam bahasa Melayu disebut buah lemak. Buah bisbul ini bisa dimakan langsung saat sudah masak, bisa juga digunakan sebagai campuran rujak. Buah bisbul berbentuk bulat terkadang bulat gepeng. Kulit buahnya terdapat bulu, berwarna coklat kemerahan dan bisa berubah menjadi kusam ketika sudah matang. Daging buahnya berwarna putih dengan tekstur kering. Rasa buah ini manis dengan aroma yang harum.

25. Buah Kepel

Referensi pihak ketiga

Buah kepel atau biasa disebut buah burahol adalah salah satu buah yang digemari oleh orang-orang keraton, khusunya para putri keraton pada jaman dahulu. Buah kepel memenuhi batang dari pohonnya. Buahnya berbentuk lonjong dan dibagian pangkalnya agak meruncing. Kulit buahnya berwarna coklat keabu-abuan dan bisa berubah menjadi coklat tua saat sudah matang. Daging buah kepel berwarna kekuningan sampai kecoklatan dengan biji yang cukup besar. Buah ini rasanya cukup manis dan memiliki kandungan saponin, flavonoida dan polifenol.

Demikian macam-macam buah langka di Indonesia yang keberadaannya hampir punah. Jika ada saran, kritik, atau tambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot