UC News

Yusril : Kecil Kemungkinan Prabowo Menang Di MK, BPN Langsung Jawab Begini

Yusril :  Kecil Kemungkinan Prabowo Menang Di MK, BPN Langsung Jawab Begini
Sumber Gambar : https://static.republika.co.id

Pakar hukum tata Negara Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menyatakan bahwa kecil peluang bagi Prabowo untuk memenangkan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Yusril menjalaskan bahwa pembuktian adanya kecurangan dalam Pemilu bukan hal yang mudah.

Menaggapi pernyataan Yusril, Koordinator Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak buka suara. Dahnil, seperti dilansir tempo.co (24/05/19) menyatakan bahwa peluang untuk memenangkan sengketa di MK, meski kecil artinya tetap ada.

Sumber Gambar : https://awsimages.detik.net.id

"Kecil kan berarti probabilitasnya ada. Allah maha penentu. Tapi itu memang tugasnya Pak Yusril (ngomong) begitu," kata Dahnil di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Mei 2019.

Lebih lanjut Dahnil menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti dan argumen untuk berperkara di MK. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong narasi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, masif dan brutal di Pilpres 2019.

"Sudah (siapkan argumen). BPN back up data, tim hukum yang meramu argumennya," kata dia.

Optimis tentu saja harus bagi BPN, hanya saja pembuktian adanya kecurangan akan semakin sulit jika selisih suara cukup besar seperti saat ini. Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional pemilihan presiden, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 85.607.362 suara atau 55,50% dari total suara sah nasional. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara atau 44,50%.

Sumber Gambar : https://static.republika.co.id

Berdasarkan hasil rekapitulasi artinya ada selisih 16,9 juta suara, menarik untuk dinanti bagaimana strategi BPN membalik keadaan. Dahnil menolak menjelaskan secara rinci bagaimana strategi yang akan dipakai, ia hanya menekakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan bukti dan argument secara kuantitatif dan kualitatif.

Tentu menjadi menarik untuk dinanti bagaimana hasilnya, hanya saja yang menjadi pertanyaan, mengapa bukti-bukti dan argumen yang dimaksud Dahnil tidak diajukan saat persidangan di Bawaslu?

Mengingat Bawaslu menolak laporan dugaan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif yang diajukan BPN, karena alat bukti tidak cukup.

Sumber :

Https: //nasional.tempo.co/read/1208837/kata-dahnil-soal-kecil-kemungkinan-prabowo-menang-di-mk

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot