UC News

WISATA KLATEN Kali Lunyu Digadang-Gadang Jadi Tempat Rekreasi dan Edukasi

Wisata Klaten, Kali Lunyu dijadikan objek wisata dan edukasi.

WISATA KLATEN Kali Lunyu Digadang-Gadang Jadi Tempat Rekreasi dan Edukasi
Pasangan pengantin Maria Wiwid Nila Purwidyohening, 40, dan Agustinus Bambang Supriyadi, 40, menebar benih ikan di Kali Lunyu, Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, Klaten, Minggu (3/9/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Kali Lunyu yang melintasi Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, bakal dijadikan lokasi edukasi dan wisata. Sejumlah persiapan digelar mulai dari pengecatan hingga membangun kolam terapi.

Ketua RW 011, Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Siswanto, mengatakan untuk mendukung Kali Lunyu sebagai lokasi edukasi dan wisata, komunitas Kali Lunyu berencana mengecat rumah-rumah di kawasan bantaran sepanjang 500 meter dengan warna menyerupai pelangi. Tak hanya itu, konstruksi kali pada dinding kali juga tak luput dari pengecatan.

“Saat ini pengadaan cat sedang berlangsung. Semoga bisa direalisasikan bulan ini,” kata dia, saat ditemui wartawan di sela-sela tebar benih ikan oleh pasangan pengantin di kampung setempat, Minggu (3/9/2017).

Di lokasi yang sama, Komunitas Kali Lunyu juga mempersiapkan sebuah kolam terapi berisi ikan kecil-kecil untuk terapi kaki. Kolam berukuran 10 meter x 60 centimeter dengan dalam 40 centimeter bisa dimanfaatkan warga sembari bersantai sore hari.

Pada kesempatan yang sama, upaya pemulihan ekosistem Kali Lunyu di Kampung Sidorejo terus digelar dengan penebaran benih ikan dan indukan oleh pengantin perempuan asal kampung setempat.

Kali ini pasangan pengantin Maria Wiwid Nila Purwidyohening, 40, dan Agustinus Bambang Supriyadi, 40, menebar dua ekor indukan ikan nila dan sekitar 500 benih ikan mulai dari lele, nila, bawal, patin, dan lainnya. “Anjuran ini diketahui seluruh warga. Kami berharap ini menjadi ide dukungan masyarakat untuk turut menjaga kelangsungan ekosistem sungai,” harap Siswanto.

Wiwid mengaku tahu soal program yang digiatkan Komunitas Kali Lunyu untuk menebar benih ikan. Ia dan pasangannya turut prihatin karena sungai banyak yang tak terawat dan kotor. Ia menilai perlu upaya untuk mengembalikan ekosistem sungai dan melestarikannya.

Wiwid mengatakan penebaran ikan yang dilakukannya siang itu semata-mata demi melestarikan ekosistem sungai. “Kami sangat mencintai lingkungan. Kami berharap anak-anak bisa kembali bermain di sungai, memancing atau pun berenang. Kami juga peduli keseimbangan alam karena kami juga bagian dari alam,” ujar dia.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan