UC News

Urunan demi Talangi Uang Saku Atlet

Urunan demi Talangi Uang Saku Atlet

JAKARTA (HN) -

Keterlambatan pencairan anggaran pelatnas nyatanya menjadi keresahan di federasi olahraga Tanah Air. Mereka gelisah karena dituntut menjaga prestasi, tapi di sisi lain mereka lunglai karena hingga kini tak kunjung mendapat kucuran anggaran.

Wakil Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Budiman Setiawan mengatakan, Kemenpora sejatinya berjanji mencairkan dana pelatnas pada Januari. Namun, kenyataannya sampai hari ini belum ada kejelasan.

"Kabar terakhir yang kami terima, pihak Kemenpora baru memverifikasi proposal pada minggu ini. Kami tidak tahu sampai kapan, yang jelas kami sangat membutuhkan anggaran itu," kata Budiman kepada HARIAN NASIONAL, Senin (11/2).

Sebagai informasi, dayung sudah menggelar pelatnas sejak Januari di Situ Cileunca Pangalengan, Jawa Barat. Meski dengan keadaan yang sangat terbatas, para pedayung nasional tetap memiliki semangat baja. Hal ini demi merealisasikan komitmen untuk lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebagai Wakil Ketua PODSI, Budiman merasa bertanggung jawab dengan anak-anak asuhnya. Bahkan, ia rela ikut urunan untuk mendapatkan dana talangan. Tujuannya Cuma satu, yaitu agar anak-anak bisa terus latihan walau dengan segala keterbatasan.

"Demi anak-anak dan juga Indonesia kami dengan suka rela menalangi segala kebutuhan mereka. Kami menggunakan dana talangan sejak 1 Januari sampai sekarang," tutur Budiman.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti menilai belum cairnya anggaran pelatnas karena proposal data yang kurang lengkap belum diperbaiki sehingga memperlambat proses pencairan.

"Proses pencairan harus mengikuti mekanisme dari pemerintah. Karena harus melewati sistem pengendalian uang yang sangat ketat," ujar Chandra.

Topic:
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot