UC News

Terungkap, Video Mengerikan Hasil Investigasi Hancurnya Malaysia Airlines MH17 Tiga Tahun Lalu

Terungkap, Video Mengerikan Hasil Investigasi Hancurnya Malaysia Airlines MH17 Tiga Tahun Lalu

DREAMERS.ID - Malaysia Airlines sempat beberapa kali dirundung masalah karena kecelakaan pesawat yang menimpa maskapainya. Salah satu yang mengejutkan dunia adalah meledaknya pesawat MH17 pada 17 Juli 2014 lalu.

Awalnya, penerbangan tersebut disebut tidak memiliki masalah teknis mau pun cuaca namun mendadak hilang dan puing pesawat beserta korban yang berceceran ditemukan di kawasan Ukraina Timur. Saling lempar tanggungjawab antar Rusia dan Ukraina pun terjadi lantaran keduanya memang sedang bersitegang.

Pesawat nahas yang meledak di udara itu memang melintas di wilayah konflik. Namun akhirnya sebuah video yang dirilis Badan Keselamatan belanda (Dutch Safety Board) mengungkap dugaan penyebab kecelakaan.

Melansir laman Liputan6 pada Rabu (13/9), pihak penyidik mengutarakan jika MH17 jatuh karena ditembak rudal jenis 9N314M yang diluncurkan dari kawasan Ukraina Timur. Rudal tersebut adalah bagian dari suatu sistem peluncuran rudal yang dikenal oleh NATO dengan nama Buk.

Investigasi menunjukkan jika penerbangan MH17 berlangsung normal dan menggunakan rute L980 yang lazim. Namun bagian depan pesawat, tepatnya di kiri atas kokpit luar badan pesawat tersembur oleh ratusan benda berenergi tinggi yang berasal dari rudal yang menyebabkan 3 awak dalam kokpit meninggal seketika dan pesawat pecah di udara.

Serpihan pesawat tersebar di beberapa titik dalam kawasan seluas 50 kilometer dan 298 orang yang ada dalam pesawat meninggal dunia. Temuan itu juga diperkuat oleh data dalam rekaman penerbangan karena Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam adanya suara keras dalam beberapa milidetik terakhir.

Penerbangan Malaysia Airlines ini dioperasikan sesuai regulasi yang ada. Tapi pihak Belanda tidak bertanggung jawab untuk menganjurkan pilihan rute penerbangan yang dipilih oleh Malaysia Airlines ataupun KLM yang menjadi rekanannya. Namun pada tanggal kejadian, konflik bersenjata terjadi di bagian timur Ukraina hingga menyebar ke ruanga udara.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan