UC News

Tak Hormati Simbol Negara, Pekerja Asing Dihukum Hormat Bendera

Tak Hormati Simbol Negara, Pekerja Asing Dihukum Hormat Bendera
Hormat bendera Merah Putih. [Istimewa]

[BANDUNG] Seorang pekerja asing pada proyek terowongan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dihukum menghormat bendera Merah Putih. Hukuman diberikan karena pekerja asal Tiongkok itu melemparkan bendera Merah Putih yang terpasang di gerbang proyek di Dusun Cilengsar, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu, 10 September 2017 lalu.

Kepala Kepolisian Resor Sumedang, Ajun Komisaris Besar Hari Brata membenarkan kejadian tersebut. Dia juga hadir di lokasi kejadian untuk menengahi protes dari pekerja Indonesia yang mengetahui kejadian tersebut. “Dua bendera Merah Putih beserta tiangnya yang terpasang di sisi kanan dan kiri gerbang proyek dibongkar dan dilempar (ke tanah),” kata Hari.

Pekerja yang bernama Chen Wen Liang itu awalnya berjalan keluar dari terowongan sebelum melemparkan bendera. Kejadian itu terlihat oleh beberapa saksi. Seorang saksi yang melihat kejadian itu menegur dan menanyakan maksud Liang melemparkan bendera itu. “Mencopot bendera jangan seenaknya,” ujar Hari menirukan keterangan saksi yang menegur Liang.

Saksi itu sempat adu mulut dengan Liang. Kejadian ini menarik perhatian pekerja lain, hingga akhirnya petugas keamanan proyek menghukum Liang untuk melakukan penghormatan terhadap bendera Merah Putih selama 60 menit di depan-depan rekan kerjanya. Hukuman itu sempat didokumentasikan dan viral di media sosial.

Pihak perusahaan yang diwakili oleh komisaris berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut dengan melakukan pertemuan dengan polisi, perwakilan kecamatan, perwakilan desa, dan pihak keamanan perusahaan. Pihak perusahaan sepakat untuk menghentikan kegiatannya sampai permasalahan yang menyangkut Liang selesai dan menyampaikan permintaan maaf melalui media elektronik.

Pihak perusahaan Metallurgy Corporation of China menyerahkan Liang kepada polisi. “Ada kesalahpahaman namun sudah diselesaikan perusahaan dan dibuatkan surat pernyataan yang ditandatangani kedua belah pihak,” terang Hari soal pertemuan tersebut.

Dari hasil interogasi polisi, Liang mengaku dirinya tidak bermaksud apa-apa. “Motifnya tidak ada. Cuma karena ada tiang bendera di depan pintu perusahaan sementara ada kendaraan alat berat akan masuk sehingga dicabut bendera,” ujar Hari.

Soal nasib Liang, Hari menyatakan, perusahaan sudah meminta maaf dan bakal menindak perlakuan pekerjanya. “Mereka menindaklanjuti dengan memecat oknum tersebut dan mendeportasi,” kata Hari lagi.

Terkait proses deportasi, polisi menyerahkan hal itu kepada pihak imigrasi. Namun rekomendasi dari hasil pertemuan adalah mendeportasi yang bersangkutan kembali ke negara asalnya. [153]

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan