UC News

Tak Hanya Selatan Jawa, Ternyata Gempa dan Tsunami Dahsyat Juga Ancam Daerah Lain


Tak Hanya Selatan Jawa, Ternyata Gempa dan Tsunami Dahsyat Juga Ancam Daerah Lain
Referensi pihak ketiga ilustrasi tsunami, tribunnews.com

Belakangan, informasi tentang adanya potensi bencana dahsyat yakni, gempa bermagnitudo 8,8 dan tsunami setinggi 20 meter di daerah Selatan Pulau Jawa menggerkan publik.

Informasi tersebut disampaikan oleh Peneliti tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Namun ternyata bukan hanya daerah Selatan Jawa saja, namun ancaman itu juga berlaku untuk daerah-daerah lain.

Referensi pihak ketiga Pakar Tsunami dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Widjo Kongko foto: Antara

Pakar Tsunami Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko, Sebelumnya, membuat pemodelan bencana dengan fokus ke daerah Selatan Jawa. Dirinya menemukan potensi gempa bermagnitudo 8,8 dan tsunami dengan tinggi 20 di daerah itu.

"Biasanya (gempa) terjadi di daerah subduksi atau pertemuan lempeng-lempeng. Kalau di Selatan Jawa ya pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang (bergerak) tujuh centimeter per tahun," ujar Widjo seperti dilansir dari tribunnews.com (22/7/2019).

Widjo menuturkan daerah di Selatan Jawa, dari Cilacap hingga Jawa Timur berpotensi terkena dampak bencana itu. Kabar ini sempat geger dan menimbulkan kepanikan khususnya warga Cilacap.

Namun bukan hanya Selatan Pulau Jawa saja yang berada dalam potensi bencana gempa dan tsunami, ternyata daerah lain pun mendapat ancaman serupa. Widjo menekankan Indonesia memiliki 16 segmen megathrust yang mencakup Pulau Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), juga Laut Banda.

Referensi pihak ketiga, ilustrasi dampak bencana gempa dan Tsunami

Menurut peneliti pusat penelitian mitigasi bencana Institut Teknologi Bandung (ITB) Nuraini Rahma Hanifa, semakin jarang terjadi gempa bumi, energi akan semakin terakumulasi, sehingga semakin tinggi pula ancama gempa bermagnitudo tinggi.

"Semakin lama (energi) tidak dilepaskan, semakin besar juga energi yang terkumpul. Tapi cara dia melepaskan juga mungkin tidak sekaligus," kata Nuraini masih dilansir dari tribunnews.com (22/7/2019).

Sebagai contoh, Nurani menyebut gempa dan tsunami di Aceh tahun 2004, yang bermagnitudo 9,2 hingga 9,3 sebagai pelepasan energi sekaligus.

"(Cara pelepasan energi) bisa pelan-pelan, bisa sekaligus... tetapi tidak berarti gempa akan terjadi besok atau bulan ini," kata Nuraini.

"Bisa saja terjadi 50 tahun lagi, 100 tahun lagi, bisa jadi besok." tuturnya.


Sumber: tribunnews.com/nasional/2019/07/22/gempa-dan-tsunami-tak-hanya-ancam-selatan-jawa-tapi-juga-beberapa-daerah-lain-simak-analisis-ahli

READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot