UC News

Soal Miryam, Fahri Hamzah: Tak Ada Satu pun WNI yang Tak Bisa Dipanggil oleh Angket

Politisi PKS itu ikut angkat bicara terkait KPK yang tak mengizinkan Miryam untuk memenuhi panggilan pansus angket.

Soal Miryam, Fahri Hamzah: Tak Ada Satu pun WNI yang Tak Bisa Dipanggil oleh Angket
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, ikut angkat bicara terkait pemanggilan tersangka pemberian keterangan palsu kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Miryam S. Haryani, oleh pansus angket KPK.

Menurutnya, tidak ada satu pun WNI yang tidak bisa dipanggil oleh angket, bahkan Presiden Republik Indonesia pun boleh dipanggil oleh angket.

"Selama dia masih hidup, dia bisa dipanggil oleh DPR, karena jangankan Miryam, Presiden Republik Indonesia pun boleh dipanggil oleh angket. Tidak ada satu WNI pun yang tidak bisa dipanggil oleh angket," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/6).


Lebih lanjut, politisi PKS itu mengatakan bahwa prosedur pemanggilan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD menyebutkan bahwa dalam rangka penyelidikan hak angket, DPR memiliki kesempatan untuk melayangkan pemanggilan hingga tiga kali.

Dalam hal itu, jika Miryam tak memenuhi panggilan dari pansus angket, maka akan ada pemanggilan secara paksa.

"Kami sudah pernah ada kerja sama dengan Mabes Polri waktu kasus Century. Ada pemanggilan paksa terhadap saksi, saya kira itu bisa dilanjutkan," paparnya.

Sementara itu, pihak KPK sendiri melalui Agus Rahardjo sudah menyatakan bahwa lembaga antirasuah itu tidak akan mengizinkan Miryam untuk memenuhi panggilan pansus hak angket KPK.

"Enggak, jawabannya tadi sudah disiapkan," ucap Agus pada hari Jumat, tanggal 16 Juni 2017 yang lalu.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan