UC News

Sering Menunda Olahraga, Ini Dampaknya

Sering Menunda Olahraga, Ini Dampaknya
ILUSTRASI. Olahraga penting untuk kesehatan. (Foto: nbcnews.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Banyak penelitian mengungkapkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan. Namun, di tengah sibuk bekerja, banyak orang menunda olahraga dalam waktu yang lama. Padahal menunda olahraga dapat berdampak buruk pada kesehatan. Ketika rutinitas olahraga berhenti, tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan.

Apa saja perubahan tersebut? Dilansir dari Klik Dokter berikut perubahan tubuh yang terjadi karena terlalu sering menunda olahraga.

Gula darah meningkat
Tubuh yang kurang bergerak menyebabkan kadar glukosa meningkat. Akibatnya Anda pun berisiko terkena penyakit jantung dan diabetes. Ketika menunda olahraga, otot dan jaringan lain tidak dapat menyerap gula menjadi energi. Akibatnya, gula darah pun melonjak. Hal ini bahkan dapat terjadi setelah lima hari tidak berolahraga.

Kondisi tersebut bisa mengakibatkan perut menjadi buncit karena pembakaran lemak yang menurun dan melambatnya metabolisme. Namun, jika Anda kembali berolahraga selama satu minggu, kadar gula darah Anda yang sebelumnya melonjak akan perlahan menurun.


Kekuatan otot berkurang
Ketika Anda mulai berhenti olahraga, otot akan mengalami beberapa perubahan selama beberapa hari. Menurut ahli, perubahan akan terlihat dalam 2-3 minggu. Untuk mengatasinya, senam jangka panjang akan membantu Anda mengembalikan kekuatan otot seperti semula. Selain itu, daya tahan tubuh Anda juga akan menurun ketika rutinitas olahraga berhenti.

Tingkat kebugaran menurun
Dibandingkan dengan orang yang berhenti olahraga karena sakit atau cedera, seseorang yang beristirahat sejenak dari olahraga akan kehilangan massa otot. Selain itu, kebugaran kardiovaskular pun menurun. Saat rutinitas olahraga berhenti, tingkat kebugaran tubuh akan menurun lebih cepat. Pengembalian kebugaran fisik akan memakan waktu lebih lama jika Anda sedang dalam pemulihan dari patah tulang atau operasi.

Kemampuan mengatasi stres menurun
Selain kehilangan kekuatan dan kebugaran dua kali lebih cepat akibat menunda berolahraga, kemampuan mengatasi stres juga menurun. Seiring bertambahnya usia, hal ini juga akan menghasilkan tingkat kelelahan yang lebih besar setelah Anda mencoba berolahraga kembali.

Mengganggu perkembangan otak
Menurut studi dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity, dua minggu setelah berhenti olahraga, seseorang menjadi mudah lelah dan marah. Dalam studi lain terhadap tikus, menunjukkan bahwa tikus yang berhenti bergerak selama seminggu hanya memiliki sedikit pertumbuhan sel otak. (*)

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan