UC News

Pria dalam pusaran HPV dan kanker serviks

Pria bisa menjadi tertular maupun penular HPV. Jagalah hati, cinta, dan kebersihan.
Pria dalam pusaran HPV dan kanker serviks
BERSAMA | Kanker serviks harus menjadi urusan bersama setiap pasangan karena bermula dari hubungan kelamin.

Memang kanker serviks hanya menyerang perempuan, karena yang punya serviks hanya perempuan. Namun perpindahan human papillomavirus (HPV) melibatkan hubungan seksual. Maka pria pun dapat menjadi tertular maupun penular.

Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular di Amerika Serikat (CDC) menyebut HPV sebagai salah satu penyakit menular seksual yang lumrah.

Tentu lumrah tak berarti boleh diabaikan. Pada perempuan, jelas masalahnya. Kanker serviks dapat berujung maut -- misalnya dalam kasus aktris Julia Perez, yang diduga bersumber dari suami (Intisari, 10/6/2017).

Kalau terhadap pria bagaimana? Belum tentu efeknya terlihat. Namun beberapa gejala dapat ditengarai. Misalnya berupa kutil pada zakar. Si pria perlu segera memeriksakan diri ke dokter, apalagi jika kutil dan sejenisnya juga tumbuh di bagian lain di kawasan kemaluan.

HPV dalam diri pria dianggap berbahaya karena dapat memengaruhi kondisi tubuh sehingga berkemungkinan mempersilakan kanker jenis lain untuk tumbuh.

CDC juga menyarankan vaksinasi HPV untuk pria maupun perempuan berusia antara 11-12 tahun. Vaksin susulan disarankan dilakukan kepada pria berusia 21 tahun dan perempuan 26 tahun.

Pria dan perempuan harus sama-sama peduli HPV. Itulah yang utama. Seorang pria Jakarta, sebut saja Nelson (34), kini sudah waspada HPV setelah perempuan kekasihnya, yang kemudian jadi mantan, melakukan tes pap smear tiga tahun lalu (The Jakarta Post, 15/6/2017).

Kanker Serviks - Definisi, Penyebab, Penanganan

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan