UC News

Peristiwa Penting pada 14 September, Sejarah Balai Pustaka

Peristiwa Penting pada 14 September, Sejarah Balai Pustaka
Balai Pustaka. (Foto: Korpri.id)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Balai Pustaka sebuah perusahaan penerbitan dan percetakan milik negara memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya.

Awal berdirinya Balai Pustaka terjadi pada 109 tahun silam, tepatnya 14 September 1908. Saat itu, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda mendirikan Commissie voor de Volkslectuur atau Komisi untuk Bacaan Rakyat. Komisi ini bertugas menerbitkan buku, majalah atau koran untuk kepentingan pencitraan pemerintahan kolonial.

Secara berkala, Balai Pustaka menerbitkan cerita, prosa, novel sebagai bacaan nina bobo kaum pribumi agar melupakan perjuangan kemerdekaan. Dan tentu saja, buku yang terbit tidak ada yang mengandung unsur-unsur pada perjuangan rakyat pribumi.

Balai Pustaka di era Hindia Belanda banyak didominasi sastrawan dari Sumatera, seperti Marah Rusli yang terkenal dengan novel Siti Nurbaya, atau Merari Siregar dengan novelnya Azab dan Sengsara dan juga Abdul Muis dengan novelnya Salah Asuhan. Mereka ini akhirnya disebut sebagai pujangga era Balai Pustaka.

Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Balai Pustaka tetap eksis namun menggunakan nama lain, yaitu Gunseikanbu Kokumin Tosyokyoku. Nama ini artinya kurang lebih adalah "Biro Pustaka Rakyat, Pemerintah Militer Jepang" dan merupakan terjemahan dari nama Belanda Commissie voor de Volkslectuur.

Berikut beberapa peristiwa penting pada 14 September;

1812 - Tentara Rusia membakar Moskwa agar tidak direbut Napoleon.

1886 - Pita mesin ketik dipatenkan.

1901 - Presiden AS William McKinley dibunuh dalam upaya pembunuhan rahasia.

1908 - Balai Pustaka atau Commissie voor de Volkslectuur didirikan

1960 - OPEC didirikan.

1999 - Kiribati, Nauru dan Tonga bergabung dengan PBB.

2003 - Melalui referendum, Swedia menolak untuk mengadopsi mata uang Euro.

2003 - Referendum di Estonia menyetujui untuk bergabung dengan Uni Eropa.

2007 - Jepang meluncurkan Kaguya, pesawat luar angkasa pertamanya dalam misi ke bulan. (*)

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan