UC News

Pengawasan Bendungan Perlu Libatkan Warga

Pengawasan Bendungan Perlu Libatkan Warga
MASIH PROSES PEMBANGUNAN: Pembangunan Bendungan Logung terus dikebut. Setelah jadi, butuh pelibatan warga untuk pengawasan untuk meminimalisasi terjadinya kerusakan.(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengundang camat dan kepala desa yang terdampak Bendungan Logung. BBWS memberikan sosialisasi rencana tindak darurat (RTD) ketika Bendungan Logung bermasalah.

Team Leader RTD BBWS Pemali Juana Nunik Sundari mengatakan, kondisi bendungan bisa saja ambrol dan mengakibatkan bencana. Untuk itu, langkah antisipasi harus dilakukan. Termasuk ada peran dari amsyarakat. ”Keterlibatan masyarakat dalam menjaga bendungan sangat penting,” katanya kemarin.

Untuk konstruksi bendungan ini, menjadi kewenangan BBWS Pemali Juana. Untuk itu, pihaknya melakukan perawatan, termasuk saat mendesain bangunan. Tapi, ada faktor lain yang bias memicu kerusakan bendungan. Jadi, membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menjaga.

”Seperti jangan membuang sampah ke sungai atau waduk, karena bisa mempercepat sedimentasi. Jangan menebang pohon sembarangan, karena ketika air hujan turun banyak lumpur atau tanah yang terbawa air. AKibatnya terjadi sedimentasi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, saat bendungan sudah beroperasi, tidak boleh membuat keramba. Sebab, kotoran ikan dan sisa pakan bias membuat sejumlah peralatan bendungan mengalami korosi. Jadi, bisa membahayakan. ”Sekarang keramba di bendungan di Indonesia terus dikurangi, karena ternyata merusak,” terangnya.

Selain itu, juga dilarang membuat bangunan ditubuh bendungan dan sempadan bendungan. Juga tak boleh juga menanam pohon di tubuh bendungan. Sebab, akan merusak tubuh bendungan. ”Termasuk (tubuh bendungan) tidak boleh digunakan sebagai jalan. Bencana jebolnya Situ Gintung yang menewaskan beberapa warga juga akibat tubuh bendungan dibuat jalan,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta warga untuk ikut melakukan pengawasan. Di antaranya mengawasi jika terjadi indikasi kebocoran. Selain itu, saat melihat pusaran air di bendungan juga diharapkan segera dilaporkan, karena ada indikasi kebocoran.

Selain itu, warga diimbau melaporkan jika ada lubang binatang yang ada di area bendungan. Sebab, jika bendungan ada lubang sedikit yang dibuat binatang bisa fatal jika tidak segera ditangani. ”Jadi, dalam pengelolaan bendungan kami butuh partisipasi masyarakat, agar usia bendungan tahan lama dan untuk mengantisipasi bencana,” imbuhnya.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan