UC News

Pemenang Socio Digi Leaders Prioritaskan Dampak untuk Indonesia

  • Pemenang Socio Digi Leaders Prioritaskan Dampak untuk Indonesia
    INILAH, Bandung - Share Cup asal Jakarta meraih juara pertama Socio Digi Leaders (SDL) 2017, sebuah kompetisi sosial berbasis TIK yang digelar PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Mei hingga September.

    Share Cup dinobatkan sebagai juara dengan menyisihkan ratusan peserta yang di antaranya berasal dari negara lain, seperti Australia, Belanda, Jerman, India, dan Prancis di Gedung Bandung Digital Valley, Bandung, Rabu (28/9/2017) malam.

    CEO Share Cup Steven Aditya mengatakan, pihaknya memberi alternatif kepada advertiser melalui paper cup dengan harga jauh lebih hemat. Bersama rekan-rekannya, yaitu COO Share Cup Eunike Regina Febby dan CEO Technology Share Cup Yosua Nathanael, ketiganya sebenarnya tak berlatar TIK.

    Ketiganya mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Nanyang Technological University. Steven merupakan mahasiswa teknik mesin, Yosua teknik elektro, dan Eunike dari teknik kimia. Akan tetapi, rasa ingin memberi dampak sosial kepada Indonesia, membuat mereka belajar otodidak.

    "Semua tentang coding juga belajar dari internet dan scratch. Design juga waktu itu pakai power point. Tapi penting sekali dalam setiap aplikasi start up mempertimbangkan dampak sosial. Kalau hanya bisa menghisap sumber daya tanpa memberi impact, Indonesia bisa hancur," ujarnya.

    Share Cup akan memperoleh hadiah Rp60 juta, beasiswa, serta company visit ke Eropa. Selepas mereka, juara kedua diraih Travel Share (Rp45 juta, beasiswa, dan company visit ke Hongkong) dan juara ketiga Market Hub (Rp30 juta, beasiswa, dan company visit ke Hongkong).

    Start up Share ke depannya ingin segera memperluas konsep bisnisnya tersebut. Selain itu, mereka ingin menciptakan bungkus makanan reuseable guna mengurangi sampah plastik dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

    Tanpa latar TIK juga terjadi pada pemenang kedua, Travel Share, sebuah platform tentang relawan di bidang pariwisata. CEO Travel Share Fidhzarian Utama saat ini sedang mengambil jurusan master International Development di University of Manchester. Begitu juga rekannya , Risya Nurfitriani di jurusan pemasaran dan Cindy Hapsari di organisational change di kampus yang sama.

    "Travel Share menjadi media bagi traveller guna mendapat aktivitas volunteering di destinasi wisata berdasarkan skill yang dimiliki. Secara tidak langsung, Travel Share juga dapat meningkatkan marketing, sehingga warga Indonesia bisa menjadi relawan di daerah-daerah terpencil di Indonesia," sambungnya.

    Menurut mereka, Telkom memang benar-benar mendukung dan memberi media bagi anak-anak muda kreatif untuk berkolaborasi sehingga muncul kreativitas tersebut. Mereka berharap ajang serupa konsisten diadakan kedepannya. Terlebih, bukan sekadar kompetisi, sampai digelar Bootcamp seminggu di Bali dengan hadirkan mentor juara.

    Berbeda dengan Share Cup dan Travel Share, Market Hub ditangani orang-orang yang mumpuni di bidang TIK. Mereka adalah Dewa Wahyu (CEO) dan Deta Utama Putra (Web Master) dari STIKOM Indonesia serta Dody (Chief Product Development) dari STIMIK Primakara di Bali.

    "Kami melihat bahwa market place di Indonesia sudah banyak. Namun, masih ada merchant yang jarang jualan online, kalaupun ada, mereka hanya ada di satu tempat saja. Jadi, Market Hub memungkinkan konsumen belanja online pada satu tempat namun mencakup seluruh market place dalam satu dashboard," ujarnya.

    Dewa Wahyu mengatakan, SDL memberi pelajaran kepada mereka bahwa ide kreatif tidak berarti apa-apa tanpa usaha mewujudkannya. Anak muda harus berusaha memberi ide kreatif meski belum bisa memberi dampak lebih besar.

    "Kami tidak ingin bersaing dengan yang lain. Kami pure ingin membantu Indonesia. Kami tidak merasa bersaing pada Socio Digi ini. Karena, semakin banyak yang ikut, maka semakin banyak juga yang turut membantu Indonesia, terutama dari segi usaha kecil menengah," pungkasnya. (jul)


READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan