UC News

Pembunuhan Sadis di Pasalakan Sudah Direncanakan Pelaku, Ini Motifnya

Pembunuhan Sadis di Pasalakan Sudah Direncanakan Pelaku, Ini Motifnya
DIKAWAL: Agus Supriyatna, warga Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, yang membantai keluarganya sendiri mendapat pengawalan ketat petugas kepolisian saat menjalani rekonstruksi, Kamis (12/10) siang. Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Motif Agus Supriyatna (38), warga Kelurahan Pasalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon yang membantai keluarganya sendiri itu akhirnya terkuak, Kamis (12/10). Setelah menjalani penyidikan panjang, aksi sadis pelaku berlatar belakang warisan.

Dalam peristiwa berdarah, Sabtu (2/9) sekitar pukul 23.30 WIB, itu mengakibatkan dua orang tewas dan empat lainnya luka-luka. Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Sumarni (64) yang merupakan ibu kandung pelaku. Kemudian RuWiya (33), istri pelaku.

Selain ibu kandung dan istri pelaku, korban lainnya merupakan anak dan kakak iparnya. Mereka adalah GTR (3) dan EK (5) yang merupakan anak pelaku. Serta LL (35) dan RN (35) yang keduanya merupakan kakak ipar pelaku.

Dalam penyidikan yang cukup panjang, polisi sempat kesulitan memeriksa pelaku. Karena pelaku seperti mengalami gangguan jiwa saat dimintai keterangan.

Bahkan, penyidik menemukan bukti-bukti yang mengarah bahwa pelaku terpengaruh ajaran sesat. Sehingga tindakan sadisnya terpengaruh bisikan gaib.

Selain itu, keterangan saksi-saksi menyebutkan bahwa pelaku sering menyendiri dan merapalkan bacaan-bacaan yang diduga ilmu hitam. Terlebih pada tiga hari sebelum terjadinya aksi pembunuhan.

“Baru saja kita temukan catatan-catatan di rumah pelaku ini, seperti adanya amalan yang tertulis harus dibaca setiap harinya dengan jumlah yang ditentukan. Tapi kami juga tidak tahu apa amalan tersebut,” kata Wakapolres Cirebon, Kompol Wadi Sa’bani di hadapan wartawan dua hari setelah kejadian.

Karena diduga mengalami gangguan jiwa, penyidik membawa pelaku untuk tes psikolog di Bandung selama satu pekan. Hasilnya, kejiwaan pelaku normal.

“Kita masih mencari motif pelaku. Karena saat tes psikologi di Bandung, hasilnya normal. Jadi kita harus dalami motifnya,” kata Kapolsek Sumber, AKP Sobirin saat di temui radarcirebon.com usai rekontruksi, Kamis (12/10) siang.

Untuk mengungkap motif dari pelaku, penyidik Polsek Sumber melakukan rekonstruksi atau reka ulang kejadian. Hal itu untuk melengkapi berkas penyidikan; apakah kasus pembunuhan yang dilakukan Agus berencana atau tidak.

“Di sini kita melakukan pembuktian, bahwa itu pembunuhan berencana. Karena motifnya masih di lingkungan keluarga dan itu karena warisan,” ungkap Sobiri. (cecep)


READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan