UC News

Pasien Gawat Darurat tak Ditarik Uang Muka

Pasien Gawat Darurat tak Ditarik Uang Muka
DEMI NYAWA: Petugas UGD RSUD Blambangan menangani pasien gawat darurat, kemarin.(NIKLAAS ANDRIES/RaBa)

BANYUWANGI – Layanan gawat darurat merupakan bagian dari layanan kesehatan yang harus ada di rumah sakit. Tidak terkecuali di RSUD Blambangan dan seharusnya wajib dilakukan rumah sakit lainnya.

RSUD memberikan pelayanan khusus pasien dengan kategori pertolongan segera. Layanan ini diberikan untuk pasien dengan kategori mengancam jiwa pasien itu sendiri. “Rumah sakit tidak boleh meminta uang muka saat menangani pasien gawat darurat. Nyawa pasien diutamakan,” tegas Kepala UGD RSUD Blambangan, Ahmad Yunus.

Keberadaan layanan gawat darurat bertujuan untuk mencegah kematian dan kecacatan pada pasien. Layanan ini juga sebagai upaya penanggulangan dan layanan kualitas tinggi pada masyarakat dengan problem medis akut. “Ada beberapa kriteria dan prinsip kerja pemberian layanan kagawatdaruratan,” jelas Yunus.

Kriteria layanan gawat darurat ini di antaranya harus buka dalam tempo 24 jam. Layanan ini hanya melakukan primary care. Sedangkan layanan definitive care dilakukan di tempat lain. Dalam pelayanannya, kegawatdaruratan memiliki prinsip atau disiplin pelayanan.

Disiplin pelayanan itu di antaranya meliputi first come first served. Pasien pertama masuk, itulah yang dilayani. Selanjutnya adalah last come first served. Artinya terakhir masuk pertama dilayani. Sedangkan ada juga service in random, yakni terakhir masuk pertama dilayani. Yang terakhir adalah layanan emergency first, kondisi berbahaya yang didahulukan.

Dalam urusan kegawatdaruratan ini, pasien yang datang ke UGD akan dilayani sesuai dengan label yang diberikan. Label merah digunakan untuk penderita yang sangat gawat, khususnya yang mengancam nyawa. “Contohnya bisa henti napas, henti jantung, trauma kepala, sampai kritis,” katanya.

Selanjutnya adalah label biru. Label biru ini diberikan untuk pasien dengan kondisi stabil tetapi tidak membahayakan nyawa. Label kuning selanjutnya diberikan untuk penderita gawat darurat tetapi tidak gawat seperti lecet, dehidrasi, dan luka bakar.

Label berikutnya yakni hijau. Label ini diberikan untuk pasien gawat darurat dengan penanganan bisa rawat jalan. Dan label warna hitam diberikan untuk pasien yang sudah meninggal dunia. (nic/bay/c1)

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan