UC News

Para Pencari Kerja Boyolali Pilih Bekerja di Luar Kota, Ini Alasannya

Para Pencari Kerja Boyolali Pilih Bekerja di Luar Kota, Ini Alasannya
Warga Byoyolali mengantre untuk mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 di Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Kamis (6/7/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)

Para pencarian kerja di Boyolali memilih bekerja di luar daerahnya karena beberapa alasan.

Solopos.com, BOYOLALI—Sebagian pencari kerja di Boyolali masih meminati bekerja di perusahan di luar kota. Sejumlah warga yang ditemui di sela-sela mengurus kartu pencari kerja atau AK-1 di Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Kamis (6/7/2017) mengaku ingin ke bekerja di luar Boyolali dengan berbagai alasan.

Miftakul Khoir, 18, warga Musuk mengaku ingin bekerja di kawasan industri Karawang karena ingin bekerja di perusahaan otomotif. “Di Boyolali kan tidak ada pabrik otomotif, sedangkan di Karawang kan banyak. Saya kepingin mencoba bekerja ke sana,” kata lulusan SMKN 1 Mojosongo, Boyolali ini.

Sementara itu, Apriana Sari, 18, warga Simo mengaku ingin bekerja pada perusahaan garmen di Semarang. Menurutnya, dia berencana bekerja di sana karena ingin tinggal bersama kakaknya.

“Setahu saya di Boyolali juga ada pabrik garmen, tapi karena saya ingin tinggal dengan kakak saya jadinya saya sekalian nyoba cari kerja di sana,” ujar lulusan SMK Bhineka Karya 1 Simo ini.

Sementara itu, Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinkopnaker Boyolali, Kemis mengatakan sebenarnya peluang bekerja di Boyolali masih cukup besar. Bahkan sejumlah perusahaan di Boyolali masih membutuhkan banyak karyawan.

“Kami juga memfasilitasi perusahaan yang mencari tenaga kerja. Kami persilakan mereka memasang lowongan keja di kantor [Dinkopnaker] sehingga para pencari kerja bisa mengaksesnya. Tapi itu semua kami kembalikan kepada mereka. Mereka yang akan memilih,” kata dia.

Di sisi lain, pemohon kartu pencari kerja di Boyolali seusai Lebaran ini masih cukup banyak. Dari data Dinkopnaker, rata-rata pihaknya melayani 100-150 pemohon per hari. “Untuk paska Lebaran ini sudah ada 449 pemohon dalam periode 3-6 Juli,” kata Kemis.
Padahal, pada bulan-bulan lain selain musim Lebaran hanya terdapat rata-rata 160 pencari kerja per bulan.

Sementara itu, berdasarkan data yang sama, jumlah total pencari kerja perode 1 Januari hingga 6 Juli 2017 sebanyak 4.921 orang.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan