UC News

Mahasiswa MIPA UNS Solo Sukses Bikin Jahe Jadi Plastik

Hasil penelitian mahasiswa UNS Solo sukses membuat jahe jadi plastik.

Mahasiswa MIPA UNS Solo Sukses Bikin Jahe Jadi Plastik
Tiga Mahasiswa Prodi Kimia FMIPA UNS Solo menciptakan edible film berbahan dasar pati jahe, Kamis (17/8/2017). (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, SOLO — Tiga mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuat inovasi dari jahe untuk plastik pengemas makanan.

Meski menimbulkan berbagai masalah lingkungan, plastik hingga kini masih menjadi pilihan untuk mengemas produk makanan. Sifat plastik yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat diurai secara alami oleh mikroba menyebabkan penumpukan sampah plastik yang kemudian menimbulkan pencemaran.

Plastik juga dapat mencemari bahan pangan yang dikemas karena zat-zat tertentu yang berpotensi karsinogenik (dapat berpindah ke dalam bahan pangan yang dikemas). Sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan pengemas sintetik, ada alternatif pengemas alami yang ramah lingkungan seperti edible film yang merupakan suatu lapis tipis bahan pangan.

Lapisan ini bahkan dapat dimakan langsung dan mampu terdegradasi oleh alam secara biologis. Dalam beberapa riset sebelumnya edible film menggunakan bahan dasar pati sorgum yang terdapat pada bahan makanan pokok seperti pati singkong, jagung, dan pati dari bahan pokok lain.

Namun, tiga mahasiswa UNS Solo membuat inovasi baru dalam pembuatan edible film yaitu pati jahe. Ketiga mahasiswa dari Prodi Kimia FMIPA UNS itu adalah Novia Sariningsih dari Angkatan 2014; Yudha Pratama Putra dari Angkatan 2014; dan Wahyu Puji Pamungkas dari Angkatan 2015.

Mereka merupakan salah satu dari 11 tim UNS yang akan maju dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2017 di Makassar, 23-28 Agustus 2017. Sebelumnya mereka berhasil meraih dana hibah dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017.

Yudha selaku pencetus ide penggunaan pati jahe mengatakan bahan tersebut juga memiliki beberapa komponen kimia seperti gingerol, shogaol, dan zingerone yang memberi efek farmakologi dan fisiologi seperti antioksidan.

“Kami membuat edible film dengan memanfaatkan limbah pati jahe hasil pembuangan industri jahe sebagai bahan utamanya,” kata Novia selaku juru bicara tim saat ditemui wartawan di Kampus UNS Solo, Kamis (17/8/2017).

Untuk memberikan sifat elastis pada edible film dari pati jahe dan khitosan digunakan sorbitol sebagai plasticizer. Sorbitol merupakan sejenis pemanis yang sering digunakan oleh penderita diabetes sebagai bahan pengganti gula.

Wahyu menambahkan edible film yang dihasilkan dari poliblend pati jahe dan kitosan memiliki sifat antibakteri dan elastisitas yang cukup bagus untuk pembungkus makanan. Berdasarkan uji suhu termal, suhu terdegradasinya cukup tinggi yaitu sebesar 208 derajat Celcius. Meskipun demikian edible film punya kemampuan menyerap air sebesar 50 persen sehingga mudah dicerna tubuh ketika dikonsumsi.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan