UC News

Jokowi: Tidak Ada Keharusan Sekolah Lima Hari

Jokowi: Tidak Ada Keharusan Sekolah Lima Hari
Presiden Jokowi/MUHAMMAD ASHARI/PRPRESIDEN Joko Widodo memberikan pernyataan pers didampingi ulama dari Sumatera Utara di Istana Kepresidenan, Kamis, 10 Agusutus 2017.*

JAKARTA, (PR).- Tidak ada keharusan bagi sekolah menerapkan pola belajar lima hari (full day school). Namun bagi sekolah yang telah menerapkan belajar lima hari sejak lama, pola belajar itu masih bisa dipertahankan.

Presiden Joko Widodo mengatakan hal tersebut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Kamis, 9 Agustus 2017. Menurutnya, kesiapan setiap sekolah berbeda-beda dalam hal penerapan belajar lima hari ini.

"Perlu saya tegaskan, tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Ini supaya diketahui karena ada sekolah yang siap dan ada yang belum, ada juga sekolah yang sudah bisa menerima dan ada yang belum. Kita harus tahu keadaan yang di bawah seperti apa," katanya.

Diteruskan

Saat menyampaikan pernyataan pers itu, Jokowi didampingi juga oleh perwakilan ulama yang tergabung dalam Jamaiyah Batak Muslim Indonesia. Saat itu Jokowi dijadwalkan beraudiensi dengan para ulama dari Sumatera Utara itu.

Terkait dengan sekolah yang telah menerapkan belajar lima hari sejak lama, Jokowi kemudian mendorong agar pola belajar itu tetap diteruskan. Menurutnya, hal yang terpenting adalah bahwa sekolah yang menerapkan pola belajar lima hari itu didukung oleh masyarakat sekitarnya, baik orang tua murid maupun ulama.

"Jika ada sekolah yang sudah lama melakukan sekolah lima hari dan didukung oleh masyarakat, ulama, orang tua murid, silahkan diteruskan dan dilanjutkan," katanya.***

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan