UC News

Ini Lokasi Memotret Matahari Terbit dan Tenggelam Favorit di Geopark Ciletuh

Ini Lokasi Memotret Matahari Terbit dan Tenggelam Favorit di Geopark Ciletuh
Puncak Habibie Kabupaten Sukabumi/HUMAS DISPARBUD JABAR

KAWASAN wisata Geopark Ciletuh telah terdaftar jadi calon UNESCO Global Geopark, yang nasibnya akan ditentukan September 2017 ini.

Sejak pemerintah berkoar Ciletuh jadi kawasan geopark, magnet wisata ke Sukabumi bukan hanya Palabuhanratu saja. Data dari Dinas Pariwisata setempat, kunjungan bulanan ke Ciletuh bisa sampai 60.000 wisatawan. Pada musim liburan dan hari raya, kunjungannya sampai 120.000 orang.

Tertarik merencanakan liburan ke Geopark Ciletuh dalam waktu dekat? Cantumkan juga mengabadikan momentum matahari terbit dan terbenam dalam itinerary Anda. Pikiran Rakyat, yang pada 26-28 Agustus 2017 lalu turut dalam familiarization tour bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat ke Geopark Ciletuh. Berikut ini rekomendasi tempat memotret sunrise dan sunset, yang dirangkum dari perjalanan tersebut.

Puncak Habibie

Di jalur penghubung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten, terdapat satu tanjakan yang dinamai Puncak Habibie oleh warga sekitar. Tidak ada penanda khusus bahwa kita telah tiba di lokasi, kecuali warung-warung yang menghadap pantai Palabuhanratu. Dari sebuah tanah kosong yang cukup luas di sekitar warung, wisatawan dapat memarkir kendaraan. Juga mengambil posisi untuk persiapan memotret matahari terbit yang akan segera muncul di horizon Palabuhanratu.

Ketika saya dan rombongan tiba sekitar pukul 5.00 pagi, cakrawala berwarna nila keunguan. Di pesisir terlihat lampu-lampu menyala dari bagan ikan teri yang tersebar, dan perahu nelayan yang pulang dari berlayar.

Sambil menunggu matahari terbit, saya mendapatkan cerita di balik nama puncak tersebut. Cerita tersebut datang dari Kang Asep, seorang pemandu dari Papsi atau Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi.

Sebutan puncak sebetulnya karena lokasinya berada di tanjakan terakhir menuju Banten. Sementara nama Habibie merupakan nama yang diambil dari Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie. "Itu bukitnya punya Pak Habibie," kata Kang Asep sambil menunjuk bukit yang berada di sebelah kanan horizon.

Saat matahari terbit, lampu dari perahu dan bagan ikan teri telah mati. Wisatawan pun khusuk mengabadikan munculnya sang surya dengan handphone dan kameranya.

Vihara Loji

Nama aslinya ialah Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Lokasinya berada di sekitar delapan kilometer dari Palabuhanratu, dan masih aktif digunakan beribadah umat Buddha. Vihara ini terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi.

Wisatawan dapat mengakses vihara tanpa tiket masuk. Kita bebas berfoto dengan latar belakang vihara yang banyak dihiasi ornamen naga emas itu. Asalkan, kita tetap menghormati patung-patung dewa di altar yang terdapat di setiap lantai.

Saya menaiki ratusan anak tangga sampai akhirnya tiba di puncak vihara. Di lantai paling atas, terdapat altar pemujaan dengan patung Dewi Kwan Im. Dari balkon berbentuk bunga teratai, kita dapat mengamati Pantai Loji, dan bentangan Samudera Hindia. Di sanalah, wisatawan mengabadikan sunset terbaik mereka.

Wisata lainnya di Geopark Ciletuh

Selain mengabadikan matahari terbit dan terbenam, kita pun dapat mengunjungi Pantai Karanghawu, Pantai Citepus, dan lainnya.

Di Geyser Cisolok, pengunjung dapat menikmati sensasi berendam di air panas, yang berasal dari pancuran langsung dari dalam bumi. Menurut pengelola pemandian air panas Mumuh Muhidin, fenomena hydrothermal yang langsung memancur dari dalam bumi hanya ditemukan di Sukabumi dan Brazil.

Namun, hati-hati karena suhu air yang langsung keluar dari dalam tanah sangat tinggi. "Bisa mencapai 80-90 derajat Celsius. Makanya kita diamkan dulu sehari semalam sampai 40 derajat sehingga aman bagi anak-anak dan dewasa," katanya.

Tak dapat dilewatkan juga kunjungan ke Goa Lalay, alias gua dengan puluhan ribu kelelawar. Jika berkunjung pada pukul 4.00 atau 4.30 pagi, kita dapat menyaksikan para kelelawar pulang berburu. Pada sore hari, lalay akan keluar gua menjelang senja.

Terdapat juga Goa Larang, Goa Manik, dan Goa Landak di situs tersebut. Keberadaan landak di Goa Landak memang sudah punah. Namun, kata pengelola Yana, masih ada hiasan di Goa Lalay.

"Sayangnya kemarau ini kolam ikan kering. Kalau lagi penuh air, biawak suka berkeliaran cari ikan," kata Yana kepada PR.

Uniknya pada siang hari, burung sriti menjadikan goa-goa tersebut tempat cari makan. Saat senja mereka pulang berganti habitat dengan kelelawar.***

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan