UC News

Ini Kehebatan Teknologi Simpang Susun Semanggi

Ini Kehebatan Teknologi Simpang Susun Semanggi
Presiden Joko Widodo meresmikan Simpang Susun Semanggi (ANTARA/Puspa Perwitasari/HR02)

Jakarta, GATRANews -- Simpang susun Semanggi, yang rencananya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, hari ini (17/8/2017), menggunakan teknologi pracetak terbaru. Itu diungkapkan oleh Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia pada jumpa pers Presiden Direktur PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Christopher Eve, di Jakarta.



Produk pracetak dan prategang dimana teknologi pracetak dan prategang merupakan salah satu teknologi yang sangat mendukung untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima GATRANews (21/8/2017).

Salah satu penerapan teknologi beton pracetak di Indonesia adalah pada proyek pengembangan infrastruktur simpang susun Semanggi, Jakarta yang rencananya akan jadi infrastruktur pengentas kemacetan di kawasan Semanggi. Pengerjaan pembangunan simpang susun Semanggi dilakukan PT Wijaya Karya Tbk. dengan menggunakan dana yang berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Direktur Teknik dan Sistem Manajemen PT Wijaya Karya Beton Tbk, Sidiq Purnomo mengatakan, teknologi yang digunakan dalam pembangunan simpang susun Semanggi merupakan salah satu contoh kemajuan dunia konstruksi Indonesia. “Metode pembangunan jembatan lingkar Semanggi menggunakan sistem beton pracetak segmental box girder dengan metode erection pengangkatan dengan lifter yang diperkuat dengan prestressed,” katanya.

Metode ini dilakukan dengan merangkai segmen-segmen box girder dengan memanfaatkan gaya-gaya prategang (prestressing forces), sehingga mendapatkan bentang panjang sampai dengan 80 meter tanpa kolom di bawahnya.

Setiap box girder dicetak secara khusus dan presisi. Setiap pemasangan box girder hanya membutuhkan 60 - 80 menit tanpa mengganggu arus lalu-lintas di bawah jembatan. “Penggunaan teknologi pracetak ini dapat menghemat waktu pengerjaan proyek simpang susun Semanggi sehingga lebih berkualitas,” imbuh Sidiq.

Dengan menggunakan teknologi jembatan terkini, proses pembangunan proyek bisa berjalan sangat cepat serta pembiayaannya bisa efisien. Dalam perencanaan awal, pembangunan simpang susun ditargetkan rampung dalam 540 hari atau sekitar 18 bulan.

Namun pada akhirnya, sambung Sidiq, pembangunan jembatan layang dengan total panjang mencapai 1,6 km ini hanya membutuhkan waktu 15 bulan. Efisiensi waktu dalam proses penyelesaian proyek simpang susun Semanggi bisa dilakukan karena menggunakan teknologi beton pracetak.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan