UC News

Ini Alasan Mengapa Manusia Tak Lagi Sambangi Bulan

Ini Alasan Mengapa Manusia Tak Lagi Sambangi Bulan

Terakhir kali manusia melakukan pendaratan di Bulan adalah lewat misi Apollo 17 pada 1972 atau 47 tahun lalu. Adapun misi perdana dilakoni Apollo 11 pada tahun 1969 pada 50 tahun yang lalu. Setelah itu, tak ada lagi program menuju satelit alami Bumi tersebut selama beberapa dekade lamanya.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang sukses membawa manusia pertama mendarat di Bulan, kini memang telah mengungkapkan keseriusannya untuk kembali mengeksplorasi Bulan, seperti yang dulu cukup sering mereka lakukan.

Dalam catatan sejarah, NASA telah mengangkut 12 astronotnya ke Bulan yakni Neil Armstrong, Buzz Aldrin, David Scott, Eugene Cernan, Harrison Hagan Shmitt, Alan Shepard, Alan Bean, Edgar Mitchell, Pete Conrad, Jim Lovell, William Anders, dan Frank Borman.

Berbagai tugas diemban para manusia penjelajah antariksa tersebut, mulai dari mengumpulkan batu, mengambil foto, menancapkan bendera, hingga melakukan eksperimen yang dibawa pulang.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, telah berjanji akan ada astronot AS ke Bulan pada 2024, termasuk astronot perempuan, dalam sebuah program yang disebut Artemis. Administrator NASA, Jim Bridenstine, menyebut ada faktor uang hingga kemauan politik yang menentukan keberhasilan misi besar tersebut.

“Jika bukan karena risiko politik, kita akan berada di Bulan sekarang. Mungkin saja sudah berada di Mars,” ujar Bridenstine dikutip dari Business Insider, Jumat (19/7/2019).

Foto: Reuters

Ya, alasan besar mengapa astronot NASA belum kembali ke Bulan selama 47 tahun adalah soal politik dan uang “Risiko politiklah yang mencegahnya terjadi. Programnya terlalu lama dan biayanya sangat besar,” ungkap dia.

Hal itu yang menyebabkan Presiden AS Donald Trump, seperti dikatakan Bridenstine, meminta tambahan sebesar USD 1,6 miliar dalam pendanaan untuk rencana balik ke Bulan. Anggaran NASA saat ini tidak ada apa-apanya dibanding saat dahulu misi Apollo berjalan.

“Porsi NASA di anggaran federal terbesar sebanyak 4% di tahun 1965. Di 40 tahun terahir, berada di bawah 1%. Dan dalam 15 tahun terakhir, cuma 0,4%,” sebut astronot Apollo 7, Walter Cunningham.

Adapun soal politik, belum ada arah yang jelas dari pemerintahan AS soal misi kembali ke Bulan. Pergantian presiden pun berisiko membuat program NASA bisa berubah. Hal itu berbeda saat tahun 1960-an presiden AS, John F. Kennedy, sungguh-sungguh mendorong misi ke Bulan jadi kenyataan.

“Mempercepat sesuatu yang ambisius adalah tantangan nyata dan memerlukan komitmen dan uang, dan itulah yang dibutuhkan,” ungkap Astronot Apollo 9, Rusty Schweickart.

“Dan kita memiliki banyak hal yang harus kita ciptakan dan kemudian uji untuk belajar sebelum kita bisa melangkah jauh,” jelas mantan astronot lainnya, Chris Hadfield.

Topic: #apollo
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot