UC News

Imunisasi MR Capai 86,5%, yang Belum Bisa Susulan di Puskesmas

Imunisasi MR Capai 86,5%, yang Belum Bisa Susulan di Puskesmas
Petugas Dinkes Majalengka didampingi dokter anak memberikan imunisasi MR bagi pelajar berkebutuhan khusus, di SLB Al Azhar Leuwimunding. FOTO:ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka mencatat hingga Selasa (12/9) target imunisasi campak dan rubela (MR) sudah mencapai 86,5 persen atau 236.966 balita dan anak usia pelajar.

Kepala Dinas Kesehatan Majalengka H Alimudin SSos MM MKes meyakini hingga akhir bulan ini target 305.580 anak dan balita terrealisasi. Meski ada beberapa siswa yang tidak menginginkan imunisasi karena beberapa faktor.

Mantan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Majalengka ini menambahkan, imunisasi untuk golongan pelajar bahkan melebih target. Meski dari 184.561 kelompok pelajar yang menjadi sasaran, hanya 178.358 pelajar yang diimunisasi atau ada 6.203 pelajar yang belum divaksin. Tetapi jumlah tersebut dinilai melebihi target atau tercatat 99,86 persen dari target 95 persen.

Lebih dari 5 ribu pelajar yang belum divaksin campak dan rubela ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya beberapa anak tidak masuk sekolah karena sakit saat pelaksanaan imunisasi di sekolah. Bagi anak atau pelajar yang belum imunisasi maka bisa dilakukan susulandi Puskesmas terdekat.

“Faktor ini memang sudah diprediksi namun kami antisipasi semaksimal mungkin. Kalau anak maupun orang tua tidak mau tentu kami tidak memaksakan. Namun kami tidak mengurangi upaya penyuluhan kepada masyarakat. Yang terpenting bagaimana target tersebut bisa tercapai,” tegas Alimudin.

Kasi Promkes dan Pencegahan Penyakit, Hj Euis Kurniasari MKeb menambahkan, untuk golongan balita 9 bulan hingga kurang dari 7 tahun tercatat sudah mencapai 58.608 dari target 119.995 anak. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pemberian imunisasi kepada sejumlah pelajar.

“Yang terbaru dilaksanakan di SLB Al Azhar Desa Leuwimunding Kecamatan Leuwimunding. Sebelum dilakukan imunisasi MR, kesehatan sejumlah siswa berkebutuhan khusus ini juga diperiksa. Dalam pelaksanaan imunisasi ini juga kami didampingi oleh dokter anak,” imbuhnya. (ono)


READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan