UC News

Belum Genap 2 Tahun Usia Renovasi, SD Negeri Pekantingan Ambruk

Belum Genap 2 Tahun Usia Renovasi, SD Negeri Pekantingan Ambruk
AMBRUK: Belum genap dua tahun bangunan mendapat renovasi, dua ruang kelas SDN 2 Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, ambruk, Senin (11/9) lalu. FOTO: ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Atap bangunan kelas 4 dan 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pekantingan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang ambruk ternyata kurang dari dua tahun pernah direnovasi. Tepatnya Desember 2015.

Hal itu diungkapkan Saminah, guru wali kelas 4 SDN 2 Pekantingan. Menurut Saminah, renovasi berupa tambal sulam atap karena kondisinya sudah lebih dari sepuluh tahun. Namun, dia tidak mengerti belum genap dua tahun hasil renovasi kembali ambruk.

“Ya mau bagaimana lagi kalau sudah begini. Kami tidak pernah mengeluh. Tetapi anak-anak sering tanya kapan dibangunnya,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya atap gedung sekolah itu. Karena sebelum kejadian, ruangan memang sudah dikosongkan.

Kondisi gedung sekolah negeri yang memprihatinkan juga sebenarnya sudah diketahui pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon. Termasuk, pengosongan ruangan kelas sejak tahun ajaran baru tahun ini berdasarkan perintah disdik.

“Kita sebelumnya sudah antisipasi akan ambruknya bangunan kelas 1 dan kelas 4 itu. Dan kita juga sudah berkomunikasi dengan pihak UPT dan Dinas Pendidikan yang katanya nanti akan segera direnovasi,” kata Saminah.

Saminah emneyebutkan, sejak tahun ajaran baru tahun ini, sekolah sudah membagi kelas siang dan sore. Hal itu atas saran Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon yang mengetahui kondisi bangunan yang sudah tidak layak lagi.

Jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berlangsung, kelas 1, kelas 2 dan kelas 6 berangkat pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Khusus untuk kelas 6 pulang sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara untuk sore hari, ruangan ditempati kelas 3, kelas 4 dan kelas 5. Mereka masuk pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Jadwal tersebut juga sudah disarankan Sapras Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Karena bangunan yang sudah tidak layak pakai. Jadi pihak Dinas Pendidikan sudah tahu kerusakan bangunan itu dan kita sekarang tinggal pencairan untuk pembangunan saja,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Pekantingan, Sutini menyebutkan, empat ruang kelas yang ambruk sudah tidak digunakan di tahun ajaran baru 2017. Sebab, kuda-kuda di bangunan tersebut retak dan atap terlihat bergelombang.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, proses belajar-mengajar terpaksa dipindahkan,” ujar Sutini kepada Radar Cirebon.

Sutini mengaku, tidak mengetahui persis berapa anggaran rehab bangunan yang belum lama dibangun itu. Alasannya, dirinya baru satu bulan setengah menjadi kepala di SDN 2 Pekantingan. Tepatnya, tanggal 22 Juli dirinya menjabat. “Jadi, saya menjabat di sini belum genap 2 bulan,” tuturnya. (cecep/sam)


READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan