UC News

Bak Film Jurassic Park, Para Peneliti di Jepang Akan Membangkitkan Kembali Hewan Purba

Bak Film Jurassic Park, Para Peneliti di Jepang Akan Membangkitkan Kembali Hewan Purba
Cuplikan dalam film Jurassic Park. Foto ilustrasi: Jerseycityartscouncil.org

Pernahkah anda membayangkan hewan-hewan di jaman purba seperti dinosaurus hidup dan bangkit kembali? Ya, bagai dalam film fiksi Jurassic Park, sekelompok peneliti di Jepang berambisi untuk mengkloning makhluk purba tersebut.

Dilansir dari Japan Times, para peneliti tersebut berhasil menghidupkan kembali sel gajah purba atau mamut yang telah punah sejak 4.000 tahun yang lalu. Para ilmuwan yang tergabung dari berbagai universitas di Jepang dan Rusia itu sudah menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membangkitkan kembali mamut yang telah lama punah.

ilustrasi mamut. Foto ilustrasi: Bbc.com

Proyek super ambisius itu bermula ketika para peneliti menemukan Yuka, yakni fosil mamut betina berukuran 3,5 meter yang ditemukan di Siberia. Sel nukleus dari fosil berusia 28.000 tahun lalu itu kemudian diteliti lebih lanjut. Hasilnya, sel tersebut ternyata masih berfungsi dengan baik. Saat ditempatkan di dalam sel telur tikus, 5 dari 43 sel yang diteliti berkembang ke tahap awal pembelahan diri.

Para peneliti percaya bahwa DNA di dalam sel nukleus mamut yang rusak akibat proses pembekuan bisa diperbaiki dan kembali berfungsi. Profesor Teruhiko Wakayama dari Universitas Yamanashi mengatakan, penelitian tersebut merupakan langkah awal dalam upaya membangkitkan kembali binatang purba. Ia berharap para peneliti dapat memastikan sejauh mana pemugaran DNA tersebut dan seberapa banyak aktivitas sel yang muncul.

Dikutip dari Pikiran Rakyat, peneliti memilih menggunakan nukleus atau inti sel sebab organel yang ditemukan pada sel eukariotik ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang. Sederhananya, jika otak adalah pusat kendali tubuh manusia, maka nukleus adalah pusat kendali sel. Nukleus mengawasi banyak proses yang terjadi di dalam sel.

Foto ilustrasi: Time.com

Sayangnya, sel nukleus Yuka berhenti berkembang dan tidak membelah diri seperti yang diharapkan para peneliti. Nukleus Yuka rupanya jauh lebih rusak dari perkiraan mereka. Namun demikian, Kei Miyamoto ilmuwan dari Universitas Kindai yang juga terlibat dalam penelitian spektakuler tersebut menuturkan, pihaknya tetap optimis kloning hewan purba tetap bisa dilakukan asalkan mereka mendapat sel nukleus yang lebih terpelihara dengan baik.

Referensi: japantimes.co.jp (13/3/2019) dan Pikiran Rakyat (14/3/2019)

Topic: #hewan purba
READ SOURCE
Buka UC News, Baca Berita Terhot