UC News

Astronaut AS Terlama di Luang Angkasa Tiba di Bumi

Astronaut AS Peggy Whitson tiba di Bumi setelah 655 hari di angkasa.

Astronaut AS Terlama di Luang Angkasa Tiba di Bumi
Peggy Whitson (Reuters)

Harianjogja.com, CAPE CANAVERAL – Wanita astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama dua kru lainnya mendarat di Kazakhstan, Sabtu (2/9/2017). Peggy Whitson merupakan astronaut terlama NASA yang tinggal di luar angkasa.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Senin (4/9/2017), Peggy menghabiskan waktu 655 hari di orbit. Ia mengakhiri masa tinggal lebih dari sembilan bulan di Insternational Space Station, rekor terlama di Amerika Serikat, yang mengangkasa 400 kilometer di atas Bumi.

“Saya merasa luar biasa. Saya suka bekerja di atas sini, salah satu pekerjaan paling menyenangkan yang pernah saya jalani,” kata Peggy Whitson dalam sebuah sesi wawancara di pesawat, dikutip Antara dari Reuters, Senin.

Selama misi ketiganya di stasiun tersebut, Peggy Whitson menghabiskan banyak waktu untuk bereksperimen, termasuk studi tentang kanker jaringan paru dan sel tulang. Dia juga melakukan empat spacewalk (aktivitas di luar pesawat antariksa), sebelumnya ia sudah mencatat enam soacewalk, membuatnya menorehkan rekor terbanyak spacewalk yang dilakukan perempuan.

Dua kru yang dikirim bersama Peggy Whitson pada November lalu kembali ke Bumi tiga bula lalu. Ia tetap berada di sana demi mengisi kekosongan karena Rusia mengurangi staf mereka dari tiga menjadi dua kosmonot.

Peggy Whitson kembali ke Bumi bersama Jack Fisher dari NASA dan kosmonot Rusia Fyodor Yurchikhin, yang berada di stasiun sejak Juni. April lalu, Whitson memecahkan rekor di AS tinggal di luar angkasa selama 534 hari.

Sejauh ini, hanya tujuh kosmonot Rusia yang tinggal lebih lama, salah satunya adalah Gennady Padalka, yang memegang rekor untuk 878 hari di orbit.

Peggy Whitson menjadi astronot sejak 1996, perempuan pertama yang memberi komando di stasiun luar angkasa dan juga perempuan non-pilot pertama yang menjabat sebagai kepala di Corps Astronot NASA.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan