UC News

Asma Dewi Tulis Ini Sebelum Diciduk Polisi

Ia diduga terlibat sindikat ujaran kebencian melalui media sosial, Saracen.

Asma Dewi Tulis Ini Sebelum Diciduk Polisi
Asma DewiIstimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Tersangka ujaran kebencian, Asma Dewi yang diduga terlibat dengan jaringan Saracen dibekuk petugas pada 8 September 2017 yang lalu.

Terkait dugaan keterlibatan Dewi terhadap kelompok saracen, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Itu jadi salah satu poin kami nanti untuk mendalami. Kami tidak boleh berandai-andai, kami harus periksa dulu," katanya.


Sementara itu, pihak kepolisian mengungkapkan jika Asma Dewi termasuk aktif di media sosial. Sebelum ditangkap petugas, ia memposting status terakhirnya di media sosial faecbook perihal langkah Arab Saudi untuk krisis kemanusiaan etnis Rohingya di Myanmar.

"ALHAMDULILLAH, Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdullah bin Abdul Aziz Al Saud melakukan kerja sama dengan pemerintah Bangladesh untuk membuka perbatasan Myanmar-Bangladesh, lalu pengungsi Muslim #Rohingya akan dirawat oleh Arab Saudi. Lima puluh ton makanan dan obat telah dikirim ke perbatasan Bangladesh-Myanmar.
Jazaakumullahu khairan Raja Salman, Engkau seringkali gerak cepat, 'silent operation' tanpa koar koar di Media," demikian status terakhir Asma Dewi sebelum ditangkap.

Postingan itu mendapatkan respon positif dari rekannya di media sosial facebook.

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan