UC News

Al Qaida Ancam Myanmar Atas Perlakuan pada Rohingya

Al Qaida Ancam Myanmar Atas Perlakuan pada Rohingya
Warga lokal Bangladeshmembantu pengungsi Muslim Rohingya untuk turun dari kapal di sisi sungai Naf, Bangladesh di dekat kota Teknaf, Senin (11/9).[AFP]

[YANGON] Pegaris keras Al Qaida menyerukan dukungan bagi Muslim Rohingya Myanmar, yang menghadapi tindakan keras keamanan, yang telah membuat sekitar 400.000 orang lari ke Bangladesh, memperingatkan bahwa Myanmar akan menghadapi hukuman untuk kejahatannya.

Gelombang pengungsi Muslim dari Myanmar, yang berpenduduk sebagian besar beragama Buddha, dipicu oleh tanggapan sengit pasukan keamanan terhadap serangkaian serangan petempur Rohingya terhadap pos polisi dan tentara di bagian barat negara itu pada 25 Agustus.

Kelompok di balik serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat itu mengeluarkan pernyataan mendesak umat Islam di seluruh dunia mendukung sesama Muslim di Myanmar dengan bantuan, senjata dan "ketentaraan".

"Perlakuan buas terhadap saudara Muslim kita tidak boleh lewat tanpa hukuman," kata pernyataan al Qaida seperti dikutip kelompok pemantau SITE. "Pemerintah Myanmar harus merasakan yang saudara Muslim kita rasakan," katanya.

Myanmar menyatakan pasukan keamanannya melakukan tindakan sah terhadap "teroris", yang dituduhnya melakukan serangan terhadap polisi dan tentara, dan warga.

Pemerintah memperingatkan akan serangan bom di perkotaan dan seruan al Qaida akan senjata kemungkinan menambah kekhawatiran tersebut.

"Kami menyeru semua saudara pejuang di Bangladesh, India, Pakistan, dan Filipina berangkat ke Birma (Myanmar, red) membantu saudara Muslim dan membuat persiapan diperlukan -pelatihan dan sejenisnya- untuk melawan penindasan itu," kata kelompok tersebut. [Ant/L-9]

READ SOURCE
UC News
Cerdas dan Terdepan